Foto: Rumah123/Getty

Nonton bioskop, jalan-jalan, nongkrong bareng teman-teman, ya ga ada yang larang. Hidup cuma sekali, masa’ mau manyun aja. Bersenang-senang dalam hidup adalah keharusan. Setelah kamu kerja keras, masa’ ga boleh senang-senang. Tapi, ya jangan senang-senang yang bikin kamu lupa diri dan daratan hingga berperilaku boros yang bikin kantong keropos. Cari liburan yang biayanya terjangkau kantong kamu. Sepanjang dana buat liburan atau senang-senang itu wajar-wajar aja ya kenapa ga.

Supaya terkontrol, kamu bisa bikin rencana senang-senang untuk tiap bulan. Tentukan saja satu acara senang-senang tiap bulan. Bikin rencananya yang spesifik, yakni bentuk senang-senang model apa yang akan kamu lakoni dan menghabiskan uang berapa. Misalkan, untuk bulan ini kamu akan nonton bioskop dan makan di restoran. Bulan depan pergi berlibur ke pulau dengan teman-teman. Bulan yang akan datang beli gadget impian. Begitu seterusnya. Tapi, sebelum kamu tentukan rencana bulanan itu, kamu sudah menabung lama.

Baca juga: Yang Bilang Liburan Tuh Mahal, Sapa?

Perencana keuangan Ligwina Hananto dalam bukunya Untuk Indonesia yang Kuat, 100 Langkah untuk Tidak Miskin, kasih saran agar kamu punya rekening tabungan khusus untuk hura-hura. Kaget kan? Serius! Rekening khusus untuk kamu senang-senang. “Ganti ponsel yang lebih keren, liburan yang jauh dan mahal, oke aja! Selama dananya sudah direncanakan,” katanya.

Tujuan keuangan yang satu ini, yakni buat senang-senang, bikin seru. Kamu  sebagai  milenial akan termotivasi menyisihkan porsi gaji kamu ke rekening ini. “Biasanya kalau sudah tercapai rencana itu (beli barang seru), maka tantangan yang berikutnya (beli rumah) jadi bisa lebih diseriusi,” kata Wina.

Baca juga: Liburan Boleh Ga Bayarnya Nyicil? Kalau Beli Hunian Jelas Boleh Dong!

Mulai sekarang, kamu bisa buka rekening tabungan khusus buat senang-senang. Sisihkan misalnya 10 atau 20 persen dari gaji kamu ke rekening ini. Setelah sekian lama, baru deh kamu rencanakan akan senang-senang ke mana atau dalam bentuk apa. Asik kan? Kamu bisa tetap senang-senang, sementara rencana beli hunian tetap jalan karena 30 persen penghasilan sudah kamu selamatkan dalam rekening tabungan lain, khusus untuk beli hunian.

Bagikan: 834 kali