Ilustrasi (Rumah123/Realestate.com.au)

“Kemacetan jalan menjadi penyumbang terbesar untuk polusi suara,” tulis laporan Johannes Gutenberg University seperti dikutip oleh situs Inggris Daily Mail. Universitas ini berada di Maiz, Jerman.

Univesitas ini melakukan riset mengenai dampak suara berisik dari kemacetan ataupun suara keras dari jalan terhadap tingkat stres dan penyakit jantung. Hasilnya memang perlu dicermati.

Baca juga: Orang Jakarta Terjebak Macet 22 Hari dalam Setahun! Pantesan Tua di Jalan

Para peneliti Johannes Gutenberg University menemukan kalau suara berisik bisa meningkatkan risiko stres. Selain itu, hal ini dalam meningkatkan hormon yang membuat orang khawatir seperti kortisol dan adrenalin.

Kedua hormon ini membuat orang ingin “melayang” ataupun “berkelahi”. Hal ini membuat jantung memompa lebih cepat dan meningkatkan tekanan darah.

Baca juga: Gak Punya Target Waktu Punya Rumah, Bisa Berakhir di Kontrakan Sempit Selamanya Lho!

Seiring waktu, kenaikan tekanan dalam pembuluh darah dan jantung bisa membuat risiko pembuluh darah pecah dan darah menjadi mengental. Waduh, ngeri banget ya?

Wah, terbayang juga ya buat kamu yang terjebak kemacetan saat menyetir kendaraan. Hal ini bisa meningkatkan risiko kamu terkena penyakit jantung.

Baca juga: Tabrak Pejalan Kaki, Uber Hentikan Sementara Uji Coba Mobil Tanpa Sopir

Mungkin ada baiknya kamu beralih ke transportasi massal sehingga kamu bisa ikut mengurangi kemacetan. Kamu bisa tinggal atau mencari hunian yang terkoneksi dengan transportasi massal.

By the way, pernah nggak sih terpikir untuk melakukan riset mengenai kemacetan dan dampak kesehatan bagi warga Jakarta? Kayaknya sih banyak warga Jakarta stres, tengok saja saat macet seringkali ada orang yang mengumpat.

Rumah kamu sendiri berada di gang, jalan kecil, atau jalan raya? Buat kamu yang tinggal dekat jalan raya, stress nggak kalau dengar suara berisik dari mobil yang lalu lalang?

Bagikan: 1019 kali