OK
Panduan

Hari Habitat Dunia, Masih Ada 3,4 Juta Rumah Tak Layak Huni

22 Nopember 2023 · 2 min read Author: Ade Miranti

Ilustrasi (Dokumen Rumah123/iStockphoto)

Ilustrasi (Dokumen Rumah123/iStockphoto)

Hari Habitat Dunia (HHD) yang diperingati 3 Oktober mengingatkan dunia akan pentingnya pemenuhan kebutuhan perumahan dan permukiman layak huni untuk semua lapisan masyarakat.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, di sela-sela kunjungannya ke proyek renovasi Gelora Bung Karno (GBK) dan pembangunan wisma atlet Kemayoran, mengatakan pentingnya  regulasi melalui planning dan financing yang direncanakan untuk mengatasi masalah perumahan.

“Karena lebih dari 50 persen penduduk kita tinggal di perkotaan, untuk itu perlu perencanaan pemenuhan perumahan. Khususnya di daerah perkotaan, sehingga urbanisasi tidak lagi menjadi masalah. Justru bisa dijadikan sebagai penggerak pembangunan,” tuturnya.

Baca juga: Pengembang Rumah MBR Jangan Bebani Calon Pembeli

Selain memenuhi masalah perumahan untuk mengatasi arus urbanisasi, lanjutnya, syarat kota berkelanjutan yakni menciptakan kota yang nyaman dan produktif.

“Walaupun kota itu produktif kalau tidak nyaman tidak akan berkelanjutan terutama pelayanan air bersih dan sanitasi yang merupakan keharusan untuk suatu kota yang nyaman dan berkelanjutan,” ujarnya.

UN-Habitat kali ini mengangkat tema Housing At The Centre atau Perumahan Penggerak Kota Berkelanjutan’. Pemenuhan kebutuhan perumahan terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah memang menjadi prioritas pemerintah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Perencananaan Pembangunan Nasional (Bappenas), pada 2014 silam, terdapat 13,5 juta keluarga yang belum memiliki rumah. Angka tersebut turun menjadi 11,4 juta pada tahun berikutnya. (Wit)


Tag: , , , , , , , , ,


IKLAN

Tutup iklan
×

SCROLL UNTUK TERUS MEMBACA