Rumah subsidi. Foto: Rumah123/Biro Komunikasi Kementerian PUPR
 

Rumah subsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) akan dievaluasi lebih lanjut oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pemerintah akan mengatur lagi formulasi batas harga rumah subsidi karena kategori MBR pun akan terbagi-bagi lagi.

"Nanti kami coba bedakan kelas dari MBR karena MBR ada yang kelas bawah, ada yang kelas menengah, ada yang atas. Nanti akan kami buat rumah yang sesuai dengan kebutuhan (masing-masing) masyarakat itu," kata Direktur Evaluasi Bantuan Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Arvi Argiantoro, seperti dikutip Detik.com, Selasa (4-9-2018).

Baca juga: 60 Unit Hunian MBR di Pacitan Bantu Backlog Program Sejuta Rumah

Menurutnya, kalangan milenial yang berpenghasilan tanggung sulit punya rumah. Mereka ini belum sanggup beli rumah nonsubsidi, tapi gajinya lebih tinggi untuk beli rumah subsidi. "Mungkin nanti itu bisa masuk dalam MBR menengah. Nanti harga (rumah subsidi)-nya lebih tinggi dan dibuat rumah sejahtera. Tipenya akan lebih besar dari rumah bersubsidi (yang ada sekarang), luasnya 45 meter persegi," kata Arvi.

Rumah subsidi yang ditetapkan pemerintah harganya Rp140 juta. Dengan harga segitu pun masih ada kalangan MBR yang tak sanggup membelinya. Makanya harga rumah subsidi akan dibikin lebih rendah lagi untuk MBR yang golongan ini.

Baca juga: MBR Bakal Punya Hunian TOD di Stasiun LRT Cibubur Lho! 

"Bisa lebih rendah untuk yang MBR bawah, dan itu tipe rumahnya inti, bisa tumbuh, ukurannya kecil, tapi bisa dikembangkan. Menyesuaikan seiring ketika penghasilan mereka bertambah bisa dikembangkan rumahnya," kata Arvi.

Formulasi penetapan harga rumah untuk MBR masih akan dikaji pemerintah. Kebijakan tentang hal ini diperkirakan akan diumumkan pada November 2018 dan akan berlaku hingga 2024. "Sekarang kan harga rumah subsidi berdasarkan PMK dan Permen PUPR, itu berlaku sampai 2018. Nanti berlaku dari 2019 sampai 2024," kata Arvi.

Bagikan: 2793 kali