roof trusses of new home construction with blue sky Ilustrasi. Foto: Rumah123/iStock

Sebanyak 1.544 unit rumah murah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) berdiri di Nusa Tenggara Timur (NTT) selama periode 2015-2016.  Harga rumah murah ini dipatok Rp133,5 juta per unit.

Angka tersebut dari Real Estat Indonesia (REI). Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) REI NTT, Bobby Pitoby, mengatakan, ribuan rumah itu tersebar di satu kota dan empat kabupaten, yakni Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Belu, Sumba Timur, dan Sumba Barat Daya.

Baca juga: Pakuan Hill Fiesta, Kemeriahan Pesta dalam Pesona Outdoor

Dari jumlah unit ruumah tersebut, 85 persen berada di Kabupaten Kupang dan Kota Kupang. Sisanya, 15 persen, tersebar di Kabupaten Belu, Sumba Timur, dan Sumba Barat Daya.

"Sementara di Kabupaten lainnya yakni Sikka, Timor Tengah Utara (TTU), dan Timor Tengah Selatan (TTS) masih kami jajaki dan targetnya tahun 2017 sudah bisa dibangun,” kata Pitoby seperti dikutip dari  Kompas.com.

Untuk sementara, pembangunan rumah murah hanya berkutat di dua tempat di NTT yakni Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi REI NTT untuk membangun di sejumlah kabupaten lainnya.

Baca juga: Ingin Investasi di Infrastruktur Bandung? Bisa Datang ke Sini!

Sayangnya, kata Pitoby, untuk proyek rumah MBR ini tidak banyak pengembang yang mau terlibat karena keuntungannya kecil. Karena itulah, DPD REI NTT akan memberikan pemahaman dan edukasi kepada para pengembang dan kontraktor lokal untuk bergerak membangun daerahnya.

Memang keuntungan membangun rumah MBR ini kecil sekali. Bayangkan saja, harga rumah murah ini dipatok Rp133,5 juta per unit.

Angka itu sudah termasuk tanah, bangunan, izin, listrik, air, IMB, sertifikat dan jalan paving blok. Tak heran jika banyak pengembang lebih tertarik membangun rumah komersial yakni untuk kalangan non-MBR.

Baca juga: MBR Cuma Mampu Cicil KPR Rp500 Ribu

"Pengembang biasanya main di segmen menengah ke atas, karena untungnya besar,” ucap Pitoby yang baru terpilih sebagai ketua REI NTT.

Untuk 2018 mendatang, REI NTT menargetkan dapat membangun 2.000 unit rumah yang tersebar di beberapa kabupaten.

"Saya targetkan sebelum masa jabatan sebagai Ketua REI NTT berakhir (2016-2019), semua kabupaten sudah bisa membangun rumah MBR. Kalau bisa setiap kabupatennya membangun 200 sampai 300 unit,” kata Pitoby.

Bagikan: 1854 kali