OK

Harga Mi Instan Diam-Diam Naik di Pasaran. Benarkah Sampai 3 Kali Lipat?

14/08/2022 by Nico Nadine

harga mi instan naik

Belakangan, beredar isu harga mi instan naik hingga tiga kali lipat. Benarkah begitu? Temukan jawabannya di sini!

Sejatinya, pemerintah sudah menyinggung tentang kenaikan harga ini sejak Juli 2022 lalu.

Pemicu utamanya adalah pasokan gandum yang menipis akibat perang Rusia dengan Ukraina.

Lantas, seberapa besarkah kenaikan harga mi instan di pasaran?

Temukan jawabannya dalam artikel berikut ini!

Harga Mi Instan Diam-diam Naik di Pasaran

isu harga mi instan naik

Sumber: suaratebo.net

Rusia dan Ukraina merupakan salah satu negara penghasil gandum terbesar di dunia.

Namun, akibat konflik Rusia Ukraina yang terjadi, ekspor gandum di kedua negara tersebut pun tertahan.

Bahkan, kabarnya ada sebanyak 180 juta ton gandum yang ekspornya terhambat.

“Belum selesai dengan climate change kita dihadapkan perang Ukraina dan Rusia, di mana di sana gandum tertimbun 180 juta ton, tidak bisa keluar,” kata Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dilansir dari liputan6.com, Jumat (12/8/2022).

Dampaknya, stok di negara pengimpor gandum seperti Indonesia pun turut menipis.

Apabila hal ini terus berlanjut, ia menduga harga mi instan akan naik hingga tiga kali lipat.

“Jadi hati-hati yang makan mi banyak dari gandum besok harganya (naik) tiga kali lipat itu,” katanya lebih lanjut.

Menanggapi pernyataan tersebut, detik.com mencoba untuk melakukan analisa harga pasar.

Bedasarkan survey kecil-kecilan mereka, harga mi instan per dus merek Indomie memang mengalami kenaikan di pasaran.

Sementara harga per bungkusnya masih sama atau tidak mengalami perubahan sama sekali.

“Ada kenaikan harga sebesar Rp6.700 pada 11 Agustus dibanding 31 Juli lalu untuk harga per dus,” demikian dikutip dari detik.com, Jumat (12/8/2022).

Namun, benarkah kenaikan ini akan mencapai tiga kali lipat?

Direktur Indofood: Tidak akan Sampai Tiga Kali Lipat

harga mi instan di pasaran naik

Sumber: pigura.co.id

Menanggapi isu di atas, Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk Franciscus Welirang pun angkat bicara.

Menurutnya, memang ada kemungkinan kenaikan harga di pasaran.

Hanya saja kenaikan tersebut tidak akan sampai menyentuh tiga kali lipat seperti klaim Menteri Pertanian.

“Harga mi instan bisa saja naik, bisa saja. Tapi kalau ada pernyataan yang mengatakan bisa tiga kali lipat, itu berlebihan,” bantahnya, dilansir dari detik.com, Jumat (12/8/2022).

Ini karena harga produk pertanian ini sendiri tidak naik hingga 100-300 persen.

Lebih lanjut, pria yang akrab dengan sapaan Franky ini mengatakan bahwa harga gandum tertinggi sudah lewat.

“Harga gandum tertinggi sudah lewat dan sepertinya tidak akan naik lagi,” pungkasnya, dilansir dari tempo.co, Jumat (12/8/2022).

Tidak hanya itu, kondisi panen di Kanada dan Amerika Serikat sudah berangsur membaik sehingga terjadi penyesuaian harga gandum.

Itu dia penjelasan lengkap terkait isu kenaikan harga mi instan di Indonesia.

***

Jangan lupa kunjungi artikel.rumah123.com untuk menemukan artikel menarik lainnya.

Kunjungi juga Rumah123.com yang selalu #AdaBuatKamu untuk menemukan beragam pilihan properti idaman.

Ada banyak penawaran menarik seperti proyek properti di kawasan Dela Land Pamulang River Side.