Ilustrasi Rumah Berhantu. Situs Properti Realtor.com Menyelenggarkan Riset Mengenai Pembelian Rumah Berhantu. Generasi Milenial Tidak Keberatan untuk Membeli Rumah Berhantu Kalau Harganya Murah, Punya Lingkungan yang Bagus, Atau Punya Fasilitas yang Baik (Foto: Rumah123/Getty Images)

Generasi milenial tidak keberatan kalau membeli rumah berhantu. Hal ini terungkap dalam riset yang dilakukan oleh situs properti Realtor.com

Realtor.com mengadakan riset Haunted Real Estate Report, hasilnya memang di luar dugaan. Generasi milenial sepertinya sudah putus asa untuk bisa membeli rumah. Bahkan, mereka tidak keberatan untuk membeli rumah yang dihuni pengabdi setan, tuyul, suster ngesot, jelangkung, dan sejenisnya.

Hasil riset ini mengungkapkan kalau 40 persen responden percaya kalau mereka tinggal di rumah yang ada mahluk halusnya. Lebih dari separuhnya menyatakan sering mendengarkan “suara aneh”.

Baca juga: Pajang Foto dan Lukisan? Ga Masalah Asal Bukan Foto Ibu Pengabdi Setan

Sebanyak 61 persen orang yang berusia 55 tahun lebih merasa keberatan untuk pindah ke rumah berhantu. Mereka juga tidak akan pernah membeli rumah yang ada penghuni mahluk halus.

Sebaliknya, hanya 41 persen dari generasi milenial dan Gen X yang ogah pindah ke rumah berhantu. Milenial adalah generasi yang lahir pada 1980-an hingga 1990-an, sementara Gen X adalah mereka yang lahir pada 1960-an hingga 1970-an.

Generasi tua tidak akan mau membeli rumah berhantu meskipun harganya murah atau punya fasilitas bagus seperti dapur yang besar. Sementara bagi generasi milenial tidak ada masalah sama sekali, walaupun hantu di rumah tersebut ramah atau pun tidak. Hmm, menarik juga ya generasi milenial.

Baca juga: Gedung Seribu Pintu yang Penuh Hantu

Harga murah bakal menarik perhatian generasi milenial. Realtor.com juga menyatakan kalau sejumlah hal lain bakal menarik perhatian kaum milenial.

Sebanyak 18 persen kaum milenial tidak akan berpikir lagi kalau mereka bisa membeli rumah berhantu. Sementara 17 persen lainnya bakal meredam ketakutan jika harga rumah berhantu diturunkan.

“Dalam pasar rumah yang kompetitif, sangat sulit bagi pembeli prospektif untuk sangat selektif,” ujar Chief Economist Realtor.com, Danielle Hale seperti dikutip oleh situs properti Realestate.com.au. Situs Realestate.com.au merupakan situs milik REA Group Australia, perusahaan induk dari Rumah123.com.

Baca juga: Gara-gara Hantu, Presiden Brasil Kabur dari Istana!

“Jika sebuah rumah benar-benar mahal atau punya fitur yang menarik, namun faktanya berhantu itu sepertinya tidak masalah,” kata Hale.

“Laporan ini menunjukkan kalau transaksi yang bagus, harga yang rendah, lingkungan yang baik, atau dapur yang besar bisa mengimbangi rumah berhantu,” lanjutnya.

Sepertiga orang memang ingin membeli rumah berhantu kalau ada keuntungan tambahan. Sebanyak 15 persen ingin harga rumah lebih murah, 9 persen lainnya ingin dapur lebih besar dan lingkungan yang baik.

Baca juga: Agen Properti Dituntut Gara-gara Jual Rumah Berhantu

Selain itu, 49 persen juga yakin kalau tidak ada harga murah atau dapur besar, maka mereka tidak akan membeli rumah berhantu.

Kalau di Indonesia sendiri bagaimana ya? Apakah kamu yang termasuk generasi milenial berani membeli rumah berhantu? Yakin nih kalau kamu punya nyali?

Bagikan: 968 kali