OK
Dijual
Disewa
Properti Baru
Panduan

Hak Erfpacht, Status Guna Usaha di Zaman Belanda yang Perlu Diketahui

19 Juli 2022 · 3 min read Author: Adhitya Putra

hak erfpacht

Saatnya kamu mengetahui hak erfpacht, salah satu hak atas tanah yang dikenal pada masa penjajahan Belanda dan juga awal kemerdekaan Indonesia.

Hak erfpacht atau erfpachtrecht merupakan salah satu jenis status hak tanah zaman kolonial Belanda, masa kakek nenek dahulu.

Mungkin di antara kamu ada yang bertanya-tanya mengenai hak tanah zaman Hindia Belanda dahulu, apa persamaannya saat ini.

Situs properti Rumah123.com telah membahas hak gebruik dan hak opstal pada kesempatan yang lalu, semuanya peninggalan Belanda.

Kamu juga bisa mengenal apa yang dimaksud dengan hak eigendom. jangan salah lo masih banyak tanah di Indonesia berstatus lama.

Erfpacht masih punya kaitan lo dengan hak-hak tanah zaman kolonial yang di atas itu, seperti juga hak atas tanah pada masa sekarang.

Di masa itu, hukum perdata atau Burgerlijke wetboek (BW), yang terkait pertanahan memiliki dua kelompok.

Pertama, adanya hak tanah atas Barat. Kedua, hak tanah-tanah adat yang bersumber pada hukum adat di Indonesia.

Terkait tanah adat, juga telah dibahas mengenai hak atas tanah tradisional. seperti rincik tanah, tanah bengkok, dan tanah gogolan.

Mengenal Hak Erfpacht, Warisan Era Penjajahan Belanda

Hak-Erfpacht

Nah, saatnya mengetahui apa yang dimaksud dengan erfpacht? . Berikut ini penjelasan lengkapnya mengenai hak tersebut.

Melansir dari laman Hukumonline.com, erfpacht adalah hak guna usaha untuk menikmati manfaat tanah kepunyaan pihak lain.

Pemegang erfpacht yang disebut erfpachter, boleh menggunakan kewenangan yang terkandung dalam hak eigendom atas tanah.

Meski memiliki kewenangan menggunakan aset tanah, pemegang hak tersebut berkewajiban membayar upeti kepada pemiliknya.

Hal ini sesuai Pasal 720 KUH Perdata yakni “Hak guna usaha adalah hak kebendaan untuk menikmati sepenuhnya barang tak bergerak milik orang lain, dengan kewajiban membayar upeti tahunan kepada pemilik tanah…”

Adapun contoh hak erfpacht bisa kamu lihat dalam bentuk hak guna atas lahan perkebunan maupun perumahan.

Apakah Sama Hak Erfpacht dengan Hak Guna Usaha ?

Hak-Erfpacht

Tetapi, hak itu berkembang semenjak terbitnya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA) alias UU Pokok Agraria.

Hak-hak tanah barat tersebut dikonversi dan dijadikan Hak Guna Usaha (HGU) dan Hak Guna Bangunan (HGB), setelah berlakunya UUPA.

Dikutip dari berbagai sumber, menyebutkan hak erfpacht untuk perkebunan besar dikonversi menjadi Hak Guna Usaha alias HGU.

Sedangkan hak erfpacht untuk perumahan, dikonversi menjadi Hak Guna Bangunan (HGB), ada perbedaan antara keduanya.

Untuk masa berlaku sementara selama sisa waktu dari hak-hak tanah tersebut, dengan jangka waktu paling lama 20 tahun.

Itu artinya, pemerintah memberikan kesempatan bagi pemilik tanah untuk melakukan konversi paling lambat pada September 1980.

Selain UUPA, regulasi terkait HGU kini juga diatur dalam berbagai aturan turunan, biasanya ada aturan turunan yang lebih lengkap.

Misalnya, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 40 Tahun 1996 tentang Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan, dan Hak Pakai atas Tanah.

Demikianlah sedikit penjelasan mengenai hak erfpacht, yang kini dikenal sebagai hak guna usaha atau HGU.

Situs properti Rumah123.com selalu menghadirkan artikel dan tips menarik mengenai properti, desain, hukum, hingga gaya hidup.

Saatnya kamu memilih dan mencari properti terbaik untuk tempat tinggal atau investasi properti seperti Green Land Residence.


Tag: , ,


Adhitya Putra
Seorang jurnalis Rumah123.com yang sedang menekuni peran sebagai penulis konten.
Selengkapnya

IKLAN

Tutup iklan
×

SCROLL UNTUK TERUS MEMBACA