Foto: Rumah123/GettyImages
 

Mendekor ulang rumah untuk Imlek tentunya menyenangkan. Saat ini, pernak-pernik khas bergaya oriental banyak dijual di pasaran. Tahun ini Hari Raya Imlek jatuh pada 16 Februari 2018.

Berikut ini tips untuk menghias rumahmu menyambut Imlek:

Hias dengan Ornamen Bernuansa Emas dan Merah

Kamu dapat menggunakan taplak meja, sapu tangan, gorden, keset, dan busana dengan perpaduan warna merah dan emas. Warna merah dan emas yang merupakan warna khas Imlek punya arti keberuntungan dan rejeki.

Saat Hari Imlek, dulu para ibu dari keluarga peranakan mengenakan Kebaya Encim yang dipadukan dengan kain batik Pekalongan berwarna cerah. Mereka memakai busana khas ini saat mengunjungi kerabat. Eh, kamu udah tahu belum? Ternyata pakai busana Cheongsam merah bukan kebiasaan masyarakat Tionghoa di Indonesia lho!

 
Foto: Rumah123/iStock
 

Lampion

Semarakkan dekor rumahmu dengan lampion. Kamu dapat menggantungkan lampion di halaman rumah. Yang warnanya merah akan lebih bernuansa Imlek. Hias lampion semeriah mungkin. Bagi warga Tionghoa, lampion merah merupakan simbol kebahagiaan.

 
Foto: Rumah123/iStock
 

Jangan Lupakan Bunga Persik dan Krisan

Kamu bisa menggunakan bunga persik dan krisan sebagai hiasan rumah. Pasalnya, bunga persik dipercaya sebagai simbol keberuntungan, dan bunga krisan merupakan simbol harapan panjang umur.

 

Pohon Uang

Hiasan satu ini dapat menggunakan pohon imitasi lalu menggantungkan beberapa cokelat koin dan angpao di setiap ujung cabangnya dengan menggunakan benang. Pohon uang biasanya membuat rumah menjadi lebih semarak kala perayaan Imlek.

 
Foto: Rumah123/iStock
 

Lilin Merah dan Emas

Kamu dapat meletakkan lilin merah dan emas di meja makan untuk menambah nuansa Imlek.

 

Hidangan Khas Imlek

Selain memang untuk disantap, hidangan khas Imlek bisa juga untuk melengkapi dekorasi rumah. Di antaranya yakni jeruk keprok, manisan buah, cokelat koin emas, kue keranjang, dan makanan khas Imlek lainnya.

Menurut Ketua Program Studi China Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Hermina Sutami, seperti dikutip Kompas.com, Rabu (14/2/2018). Salah satu kuliner penutup Imlek khas Tionghoa di Indonesia adalah Lontong Cap Gomeh. Kuliner khas Imlek ini dipadukan Sambal Goreng Ati, juga aneka masakan lain, sebut saja Sayur Lodeh, Acar, Telur Pindang, Abon Sapi, Bubuk Koya, Sambal, dan Kerupuk.

Dikutip dari sumber yang sama, pemerhati budaya China, Agni Malagina, menjelaskan, Lontong Cap Go Meh merupakan bentuk makanan adaptasi sebagai tanda hormat masyarakat Tionghoa di pesisir Laut Jawa terhadap masyarakat setempat. Masyarakat setempat menyantap Ketupat dan Opor Ayam saat perayaan Lebaran.

Selain itu, ada hidangan ikan jenis Bandeng yang merupakan adaptasi masyarakat Tionghoa di Jawa yang diserap dari tradisi Betawi. Kue Lapis Legit yang selalu hadir saat Imlek ternyata juga bukan tradisi Tionghoa asli. Kudapan ini merupakan resep khusus warisan nenek moyang kita saat bangsa Indonesia dijajah Belanda dulu. Mereka mengadopsi resep tersebut dengan sentuhan rasa rempah khas Indonesia.

Kue Bulan, termasuk hidangan khas Imlek. Foto: Rumah123/Zhang Peng/LightRocket via Getty Images
Bagikan: 678 kali