tol kelapa gading pulo gebang Sumber: Suara.com

Pembangunan enam Jalan Tol Dalam Kota Jakarta yang menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) masih terus berlanjut. 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) diketahui telah membuka Jalan Tol Layang Dalam Kota Jakarta Kelapa Gading-Pulo Gebang sepanjang 9,3 kilometer, Senin (23/8). 

Pembangunan enam Jalan Tol ini juga telah ditetapkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 56 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 3 Tahun 2016 Tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. 

"Alhamdulillah, pada pagi hari ini Jalan Tol Pulo Gebang-Kelapa Gading sepanjang 9,3 kilometer telah selesai dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat," kata Jokowi dilansir dari Kompas.com. 

Total Nilai Investasi Mencapai Rp20,73 Triliun

Jalan Tol Dalam Kota ruas Kelapa Gading-Pulo Gebang ini merupakan Seksi A dari pembangunan Tahap I yang membentang 31,2 kilometer. 

Total nilai investasi pembangunan jalan tol tersebut diketahui mencapai Rp 20,73 triliun dengan kontraktor pelaksana yaitu PT Jaya Kontruksi Tbk-PT Adhi Karya (Persero) Tbk atau KSO. 

Selain ruas Kelapa Gading-Pulo Gebang, terdapat pula Seksi B ruas Semanan-Grogol sepanjang 9,5 kilometer. 

Lalu, ada pula Seksi C ruas Grogol-Kelapa Gading sepanjang 12,3 kilometer yang akan dibangun pada awal 2022. 

Target Selesai Tahun 2025

Kedua proyek Tahap I ini ditargetkan selesai konstruksinya awal tahun 2025. 

Adapun daftar Enam Jalan Tol Dalam Kota Jakarta yaitu Kampung Melayu-Kemayoran sepanjang 9,6 kilometer, Semanan-Sunter lewat Rawabuaya Duri Pulo 22,8 kilometer, dan Kampung Melayu-Duripulo lewat Tomang 11,4 kilometer. 

Lalu, Sunter-Pulogebang lewat Kelapa Gading 10,8 kilometer, Ulujami-Tanah Abang 8,3 kilometer, dan Pasar Minggu-Casablanca 9,5 kilometer. 

Dengan demikian total panjang keseluruhan Enam Jalan Tol tersebut adalah 69,77 kilometer.  

Total anggaran untuk keseluruhan proyek disebut mencapai Rp42 triliun dengan skema pembiayaan Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). 

Sempat Dapat Banyak Penolakan

Gagasan proyek Enam Jalan Tol Dalam Kota Jakarta ini pertama kali dicetuskan oleh Mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo (Foke) sekitar tahun 2009. 

Gagasan ini mendapat penolakan dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, lembaga swadaya masyarakat, pengamat tata kota, hingga calon gubernur. 

Mereka beralasan bahwa proyek jalan bebas hambatan berbayar ini dikhawatirkan hanya akan membebani dan menambah kemacetan di Jakarta. 

Presiden Jokowi dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga menjadi pihak yang pernah menolak pembangunan proyek ini. 

Kala itu, Jokowi mengaku hanya ingin fokus memprioritaskan pembangunan transportasi massal di Ibu kota. 

"Saya pro pada transportasi massal, bukan tol dalam kota," kata Jokowi.

Begitu pula dengan Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan yang ikut menolak proyek ini saat kampanye pencalonannya sebagai Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2016. 

Anies mengatakan, pembangunan enam Jalan Tol Dalam Kota tersebut hanya akan membuat macet Jakarta. 

Meski begitu, kini baik Jokowi maupun Anies Baswedan diketahui turut hadir dalam peresmian Jalan Tol Seksi A Ruas Kelapa Gading-Pulo Gebang.

Kini Jadi Proyek Strategis Nasional 

Jokowi diketahui terus mendukung proyek Enam Jalan Tol Dalam Kota Jakarta setelah terpilih sebagai Presiden. 

Bahkan, wewenang pun diambil alih dari sebelumnya kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjadi kewenangan pemerintah pusat. 

Ia bahkan menetapkan Enam Tol Dalam Kota jakarta itu sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) pada tahun 2016. 

Keputusan ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN. 

Jangan lupa kunjungi artikel.rumah123.com untuk dapatkan artikel menarik lainnya seputar properti. 

Kamu juga bisa mencari properti yang sesuai kebutuhanmu seperti Padova at Milano Village hanya di www.rumah123.com.

Bagikan:
329 kali