Teknik Soil Nailing Bisa Memperkuat Lahan Miring dan Mencegah Longsor (Foto: Rumah123/Design Building)

Bencana tanah longsor kembali terjadi. Sejumlah rumah tertimpa tanah. Sebenarnya, bagaimana sih untuk menghindari tanah longsor jika memiliki rumah di lahan miring?

Tanah longsor terjadi di Kampung Cigarehong, Kadusunan Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Senin (31/12/2018). Kompas.com melansir kalau hingga Rabu pagi (02/01/2019), sebanyak 15 orang menjadi korban, sementara 20 orang masih dinyatakan hilang.

Indonesia memang rawan bencana, salah satunya tanah longsor. Bencana serupa pernah terjadi di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara pada 2003. Sebanyak 90 orang menjadi korban.

Baca juga: Pagar Proyek LRT Amblas, Menara Saidah Bakal Semakin Miring?

Longsor juga terjadi di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Barat 2014. Sebanyak 100 orang menjadi korban tertimpa tanah longsor.

Bagaimana sebenarnya untuk mencegah agar insiden tanah longsor tidak terjadi atau setidaknya meminimalisasi risiko bencana. Ada teknik konstruksi yang dinamakan soil nailing.

Menurut situs Design Building, teknik soil nailing merupakan teknik untuk membuat stabil lapisan tanah. Teknik dapat digunakan untuk lahan alami atau kawasan yang diuruk.

Baca juga:  Kenapa Sih Jalan Gubeng Bisa Ambles

Sejumlah lubang dibuat dengan posisi miring dan kemudian dimasukkan pipa baja. Selain itu, lubang ini dapat diisi dengan beton.

Air yang masuk ke dalam tanah nantinya bakal tertahan oleh baja beton yang sudah dimasukkan ke dalam tanah. Air tidak akan masuk dalam pori-pori tanah.

Jika kamu memiliki rumah di tepi bukit dengan kontur lahan yang miring, kamu bisa melakukan teknik ini supaya memperkuat pondasi rumah. Lebih baik melakukan pencegahan kan?

Baca juga: Ingat Ya Gaes, Indonesia Rawan Longsor Lho 

Bagikan: 937 kali