Ilustrasi. Foto: Rumah123/iStock

Kamu pegawai Perum Peruri (Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia)? Kalau ya, ada kabar gembira nih. Perum Peruri bekerja sama dengan PT Bank Tabungan Negara (BTN) dan BPJS Ketenagakerjaan (BPJS-TK) menyediakan hunian buat kamu.

Pada tahap awal, sekitar 1.500 pekerja Perum Peruri bisa mendapatkan fasilitas pembiayaan perumahan dengan berbagai kemudahan hingga uang muka (DP) 1%. Fasilitas ini merupakan manfaat dari kerja sama ketiga instansi pelat merah tersebut.

Rumah yang ditawarkan akan berada di atas lahan seluas 2,3 hektare dari total 24 hektare lahan milik Yayasan Pegawai Perum Peruri (Yapetri) di Karawang, Jawa Barat.

Baca juga: KPR Mudah dari BTN untuk Pegawai PT Railink

"Pengembangan rumah karyawan akan dilakukan di tanah seluas 24 hektare. Tapi, pertama 2,3 hektar dulu untuk 1.500 karyawan, nanti kita lihat ke depannya gimana untuk kelanjutannya," ucap Direktur Utama Perum Peruri, Prasetio, seperti dikutip detikFinance, Selasa (23/10/2017).

Sistem pembayaran pembelian rumah tersebut akan dibedakan antara KPR subsidi dengan KPR komersial. Untuk KPR subsidi, pegawai akan diberikan kemudahan dengan membayar DP 1% dan bunga KPR 5%. Sedangkan bagi KPR non-subsidi atau komersial, akan dikenakan DP 5% dan bunga KPR adalah BI Repo Rate + 3%.

Baca juga: Pegawai BUMN Lebih Mudah Dapat KPR Lho...

Dalam kerja sama ini, BPJS-TK memberikan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) melalui 3 skema dengan total nilai Rp5,5 triliun. "Ini bentuknya dalam 3 skema, yaitu kerja sama dengan bank, membeli produk pasar modal dan membeli surat utang dengan total Rp5,5 triliun," kata Direktur Utama BPJS-TK, Agus Susanto, seperti dikutip oleh sumber yang sama.

BPJS-TK melalui BTN memberikan bantuan untuk rumah subsidi harga maksimalnya Rp141 juta dan harga rumah non-subsidi maksimal harganya Rp500 juta.

Baca juga: Permudah Sebaran KPR, BTN Gandeng 7 BUMN

Direktur Utama Bank BTN, Maryono, mengapresiasi bentuk sinergi dengan BPJS-TK dan Perum Peruri ini demi menyukseskan Program Sejuta Rumah. Ia berharap sinergi seperti ini bisa diikuti oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang lainnya.

Baik Prasetio, Agus Susanto, dan Maryono, sepakat menandatangani Nota Kesepahaman Bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) terkait sinergi tersebut.

Bagikan:
1706 kali