gedung roboh, gedung ambruk- rumah123.com Ilustrasi Gedung Roboh Atau Gedung Ambruk. Sebuah Bangunan Empat Lantai di Kawasan Slipi, Jakarta Barat Roboh Pada Senin (6/1/2019). Bangunan Ini Tidak Memiliki IMB dan Melanggar Izin Usaha (Foto: Rumah123/Getty Images)

Sebuah bangunan ambruk di Slipi, Jakarta Barat pada Senin (6/1/2019).  Sebelum gedung roboh, bangunan sudah terlihat miring sejak 2018 lalu.

Gedung berlantai empat ambruk. Sejumlah media mengabarkan gedung ini memiliki tiga lantai, beberapa media lainnya menyatakan gedung ini mempunyai tiga lantai.

Bangunan ini berlokasi di Jalan Brigadir Jenderal Katamso, Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat. Gedung roboh pada Senin (6/1/2019) pada pukul 09.20 WIB (Waktu Indonesia Barat).

Baca juga: Indonesia Rawan Gempa, Sudah Punya Aplikasi Pemantau Informasi Gempa Belum?

Laman berita online Kompas.com menyitir bahwa ada 11 orang yang menjadi korban. Mereka mengalami luka-luka.

Delapan korban berada di dalam gedung, sementara tiga lainnya berada di luar gedung. Tiga orang ini adalah pengemudi ojek online dan dua orang lanjut usia (lansia).

Dari delapan korban yang berada di dalam gedung, tiga di antaranya bisa melakukan evakuasi sendiri. Sedangkan lima orang dievakuasi oleh Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Provinsi DKI Jakarta.

Beberapa Saat Sebelum Ambruk, Gedung Mulai Terlihat Retak

Situs berita online Tirto.id merilis kronologi kejadian gedung roboh. Salah seorang pegawai mini market bernama Firman (22 tahun) sempat mendengar suara gemuruh seperti suara tikus lewat ketika gedung akan roboh.

Firman melanjutkan sejumlah pegawai sedang memasok barang di gudang. Ruangan ini berada di lantai dua bangunan. Atasan mereka melihat kalau gedung sudah mulai retak.

Pegawai minimarket lainnya langsung mengevakuasi para pembeli. Jeda sekitar 7-10 menit setelah para pegawai dan karyawan melakukan evakuasi, gedung ambruk.

Baca juga: Pulau Mana Sih di Indonesia yang Aman dari Ancaman Gempa?

Namun, memang ada sejumlah orang yang berada di dalam gedung dan sekitarnya. Mereka yang mengalami luka dilarikan ke Rumah Sakit Tarakan, Jakarta Pusat. Sementara sejumlah kendaraan tertimpa reruntuhan gedung ambruk tersebut.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunis menyatakan konstruksi gedung tiga lantai yang ambruk tersebut memang sudah miring sejak 2018.

Gedung Roboh Ini Tidak Memiliki IMB dan Melanggar Izin Usaha

Gedung ambruk ini ternyata tidak memiliki surat Izin Mendirikan Bangunan atau IMB. Gedung roboh ini juga melanggar izin usaha.

Laman berita online Kumparan.com mengutip pernyataan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta Benny Agus Chandra.

Benny menyatakan kalau tidak ada izin sama sekali bagi bangunan tersebut di data DPMPTSP. Gedung ini juga melanggar izin usaha. Lantai bawah bangunan disewa oleh minimarket.

Baca juga: Material Bangunan yang Ga Keren Tapi Dijamin Tahan Gempa

Dia tidak mengetahui pemilik bangunan. Benny menduga gedung tersebut merupakan bangunan lama, meski tidak diketahui kapan pembangunan gedung tersebut.

Proses evakuasi telah selesai. Basarnas atau Badan SAR (Search and Rescue) Nasional menyatakan bangunan tersebut sebaiknya dibongkar. Saat ini, gedung ambruk ini masih menyisakan separuh bangunan.

Bagi kamu yang memiliki bangunan, sudah sebaiknya untuk memeriksa secara berkala. Jika kamu melihat ada bangunan yang sudah mulai terlihat retak atau miring, kamu bisa melaporkannya ke pihak berwenang.

Baca juga: Bangunan Berbentuk Kubah Ternyata Memang Tahan Gempa

Bagikan:
32516 kali