Portrait of cheerful young friends looking at smart phone while sitting in cafe. Mixed race people sitting at a table in restaurant using mobile phone. Ilustrasi anak-anak muda. Rumah123/iStock

Isu gaya hidup hedonis di kalangan anak muda kembali menjadi sorotan setelah Senat Australia membahasnya. Gaya hidup mewah di kalangan ini dinilai menjadi salah satu pemicu rendahnya angka kepemilikan hunian di usia muda.

Adalah Kaum Milenial yang disematkan pada mereka yang lahir pada rentang 1980-2000. Kaum milenial, khususnya di Australia, menyedot perhatian lantaran dinilai hidup terlalu mewah hingga tak mampu menyisihkan uangnya untuk membeli rumah.

Bernard Salt, seorang kolomnis untuk The Australian dan Herald Sun mengungkapkan pemikirannya terkait masalah di atas. Menurut Salt, kaum milenial ini sudah seharusnya mengurangi gaya hidup mewah mereka dan menabung untuk uang muka pembelian rumah sendiri.

Baca juga: Masih Muda Sudah Punya Rumah, Gini Kiatnya! (1)

“Saya lihat anak-anak muda memesan menu alpukat dan roti yang harganya sekitar US$22, bahkan lebih, hanya untuk sarapan. Saya juga bisa memesan itu, tapi saya sudah pada usia dan kondisi mapan,” ujar Salt dalam kolomnya yang dimuat The Australian beberapa waktu lalu.

Salt pun mempertanyakan bagaimana kaum milenial ini mampu bergaya hidup demikian. “Bukankah seharusnya mereka sarapan di rumah. Bukankah jumlah US$22 itu sebaiknya ditabung untuk membeli rumah?”

Pria berusia 56 tahun ini pun yakin jika pemikiran yang sama sudah ada di benak banyak orang mapan. Sayangnya, lanjut Salt, tidak banyak yang mau mengutarakannya secara langsung. “Setidaknya, saya sudah melakukannya.”

Baca juga: Inspirasi Dekor Kamar Tidur Anak Muda

Harga Properti Terlalu Mahal

Meski tidak membenarkan, seseorang dari kaum milenial yang telah sukses di bisnis properti, membenarkan kegagalan generasinya untuk bisa menabung untuk membeli rumah. Seorang komedian dari generasi milenial, yang juga telah memiliki beberapa hunian, James Colley, menyoroti dari sisi yang agak berbeda.

Menurut Colley, melonjaknya harga rumah membuat kebanyakan kaum milenial memang tak mampu membelinya. “Mereka memilih memanjakan diri dengan kesenangan untuk menutupi ketidakmampuannya,” ujar Colley seperti dilansir dari ABC.

Lalu, bagaimana dengan anak-anak muda Indonesia?

Bagikan: 4909 kali