ganjil genap- rumah123,com Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Telah Menetapkan Perluasan Sistem Pembatasan Kendaraan Ganjil Genap. Nantinya, Ada 25 Ruas Jalan yang Menerapkannya (Foto: Rumah123/Getty Images)

Sistem pembatasan kendaraan ganjil genap di Jakarta resmi diperluas. Sejumlah jalan masuk dalam sistem. Selain itu, waktu pelaksanaan juga bertambah.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan Jakarta mengumumkan secara resmi perluasan sistem pembatasan kendaraan ganjil genap (gage) di Jakarta.

Sebelumnya, hanya ada sembilan jalan yang menerapkan sistem ganjil genap. Sekarang, jumlahnya bertambah 16 menjadi 25 jalan.

Baca juga: Sosialisasi Perluasan Aturan Ganjil Genap Dimulai Pada 5 Agustus 2019

Seperti dikutip oleh situs berita online Kompas.com, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo menyatakan bahwa perluasan sistem ganjil genap di ruas jalan tambahan bakal disosialisasikan mulai 7 Agustus hingga 8 September.

Sementara uji coba akan dilangsungkan antara 12 Agustus hingga 6 September 2019. Pihak berwenang baru akan melakukan penindakan mulai 9 September 2019.

Uji coba ini hanya dilakukan di ruas jalan yang baru saja ditetapkan. Sedangkan, ruas jalan yang telah ditetapkan dalam sistem ganjil genap ini tidak menerapkan uji coba. Ketentuan berlaku permanen.

Waktu Pemberlakuan Ganji Genap Bertambah

Durasi pelaksanaan sistem ganjil genap ini berubah dari sebelumnya. Sistem ini berlaku dalam dua periode yaitu pagi hari dan sore hari.

Sebelumnya, sistem ganjil genap ini berlaku pada pukul 06.00-10.00 WIB (Waktu Indonesia Barat) untuk pagi hari dan pukul 16.00-20.00 untuk sore hari. Perbedaan terjadi pada sore hari, sementara pada pagi hari tetap.

Pada sore hari, jam perberlakuan sistem ganjil genap berubah menjadi 16.00-21.00. Ada tambahan waktu satu jam.

Tidak Ada Pengecualian Untuk Kendaraan yang Mau Masuk Pintu Tol

Syafrin menyatakan bahwa tidak ada pengecualian bagi kendaraan yang ingin masuk pintu tol di kawasan yang menerapkan ganjil genap.

“Kendaraan bermotor di luar ganjil genap menuju ke pintu tol yang ada ganjil genap tetap dikenakan, demikian pula yang akan keluar tol begitu keluar tol, sebelumnya ada pengecualian, ini juga dihapuskan,” kata Syafrin seperti dilansir oleh situs berita online CNN Indonesia.com.

Hal ini tentu berbeda dengan sistem penerapan ganjil genap sebelumnya. Bagi kamu yang hendak bepergian, harap ingat selalu ya.

Sementara itu, Wakil Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya AKBP (Ajun Komisaris Besar Polisi) I Made Agus Prasatya menyatakan bahwa pihak kepolisian akan menindak para pelanggar ganjil genap setelah waktu uji coba selesai.

“Saat ini adalah masa sosialisasi pada masyarakat sehingga masa rambu terpasang 30 hari. Mulai 9 September mulai melakukan tataran tindakan penegakan hukum, penindakan secara represif,” ujar I Made Agus Prasatya.

Ruas Jalan Yang Masuk ke Dalam Perluasan Sistem Ganjil Genap

  1. Jalan Pintu Besar Selatan
  2. Jalan Gajah Mada
  3. Jalan Hayam Wuruk
  4. Jalan Majapahit
  5. Jalan Medan Merdeka Barat
  6. Jalan M.H. Thamrin
  7. Jalan Jenderal Sudirman
  8. Jalan Sisingamaraja
  9. Jalan Panglima Polim
  10. Jalan Fatmawati (mulai simpang Jalan Ketimun 1 sampai dengan simpang Jalan TB Simatupang)
  11. Jalan Kyai Caringin
  12. Jalan Balikpapan
  13. Jalan Suryopranoto
  14. Jalan Tomang Raya
  15. Jalan Jenderal S Parman (mulai dari simpang Jalan Tomang Raya sampai dengan simpang Jalan K.S. Tubun)
  16. Halan Gatot Subroto
  17. Jalan M.T. Haryono
  18. Jalan HR Rasuna Said
  19. Jalan DI Panjaitan
  20. Jalan Jenderal Ahmad Yani (mulai simpang Jalan Perintis Kemerdekaan sampai dengan simpang Jalan Bekasi Timur Raya)
  21. Jalan Pramuka
  22. Jalan Salemba Raya
  23. Jalan Kramat Raya
  24. Jalan Senen Raya
  25. Jalan Gunung Sahari
  26. Segmen persimpangan terdekat sampai dengan pintu masuk tol dan segmen pintu keluar tol sampai dengan persimpangan terdekat
Bagikan: 2542 kali