jakarta banjir- rumah123.com Ketika Rumah Kamu Dilanda Banjir, Ada Sejumlah Langkah yang Mesti Dilakukan, Salah Satunya Mematikan Listrik Agar Kamu dan Anggota Keluarga Lainnya Tidak Tersetrum (Foto: Rumah123/Getty Images)

Jakarta dan sekitarnya dilanda banjir. Banjir bisa datang kapan saja. Kamu tidak perlu panik, ada 5 tips yang bisa dilakukan saat banjir melanda rumah kamu.

Banjir melanda sejumlah kawasan Jakarta dan sekitarnya. Curah hujan yang tinggi sejak Selasa (31/12/2019) hingga Rabu (01/01/2020) menjadi salah satu penyebabnya.

Curah hujan tinggi, drainase buruk, banjir kiriman dari Bogor dan Depok, sampah di sungai, berkurangnya jumlah waduk dan danau, rawa yang mengering, ombak yang tinggi, hingga perubahan iklim menjadi penyebab banjir di Jakarta.

Baca juga: Waspada, Ada 86 RW di Jakarta yang Ternyata Rawan Banjir

Bagi kamu yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya memang harus bersiap menghadapi banjir. Bencana ini menjadi salah satu bencana yang rutin terjadi di Indonesia.

Saat banjir terjadi, mungkin kamu mengetahui ada teman atau saudara yang baru mengalami banjir. Atau kamu sendiri yang tiba-tiba mengalaminya.

Tidak jarang, ada sebuah kawasan dilanda banjir padahal sebelumnya tidak. Atau malah sebaliknya, biasanya banjir malah hanya tergenang air saja.

Baca juga: Jelang Musim Hujan, Operator MRT Jakarta Telah Bersiap Antisipasi Banjir

Kalau tinggal di Indonesia, kamu mesti memahami mitigasi bencana. Situs properti Rumah123.com mengulas lima tips yang bisa dilakukan saat banjir melanda rumah kamu.

1. Mematikan Aliran Listrik

Saat banjir mulai melanda rumah, kamu harus melakukan antisipasi. Air bisa naik dengan cepat. Kamu sebaiknya mematikan aliran listrik. Hal ini dilakukan agar kamu dan anggota keluarga lainnya tidak terkena sengatan listrik.

Langkah selanjutnya adalah mencabut semua peralatan listrik seperti televisi, dispenser, lemari es, microwave, AC, radio, dan lainnya. Kamu harus menaruh peralatan elektronik di tempat yang tidak terkena air.

Jangan lupa untuk menyelamatkan sejumlah barang penting seperti dokumen. Kamu tidak bisa menyelamatkan semua barang termasuk mobil atau motor. Jadi kamu harus melakukan prioritas.

2. Mengungsi Ke Tempat Lain

Air bisa meninggi dengan cepat. Kalau di rumah kamu ada orang lanjut usia atau balita, sebaiknya kamu harus mengungsi ke tempat lain. Apalagi jika rumah kamu hanya satu lantai dan tidak memiliki lantai dua.

Jangan menunda untuk mengungsi lantaran hal ini akan menyulitkan kamu terutama jika ada lansia, balita, dan ibu hamil. Hati-hati saat keluar rumah. Jangan lupa untuk mengunci pintu.

Kamu bisa langsung menuju ke tempat yang tinggi agar terhindar dari banjir. Jika ada tempat pengungsian sementara, kamu bisa menuju tempat tersebut. Pilihan lainnya adalah tinggal di rumah saudara atau teman.

3. Hati-Hati Saat Evakuasi

Saat kamu melangkah ke luar rumah dan menuju tempat evakuasi, kamu harus berhati-hati dengan banyak hal. Aliran air bisa saja deras dan menyulitkan kamu saat mengungsi.

Ketika banjir, ular juga bermunculan dan berenang di air. Saat banjir kemarin, warga menemukan sejumlah ular bukan? Kamu harus mewaspadai hal ini terutama saat mengungsi bersama lansia dan balita.

Setelah kamu berhasil mengungsi, jangan lupa untuk membersihkan diri dengan air bersih dan sabun. Air banjir tentunya sangat kotor dan bisa menyebabkan penyakit.

4. Hindari Menggunakan Mobil Atau Berjalan Jika Air Tinggi dan Deras

Kalau air meninggi dengan cepat dan aliran air deras, sebaiknya kamu tidak menggunakan mobil atau kamu memilih untuk berjalan. Hal ini sangat berbahaya meskipun kamu bisa berenang.

Jika air tinggi, namun tenang, kamu bisa memilih untuk berjalan. Namun, kamu harus berhati-hati dengan lubang atau saluran air.

5. Memberitahu Sahabat dan Kerabat Mengenai Situasi dan Kondisi Kamu

Saat rumah kamu dilanda banjir, sebaiknya kamu memberitahu kerabat dan sahabat terdekat. Kamu harus menghubungi orang tua, mertua, dan lainnya. Siapa tahu mereka bisa menjadi tempat kamu mengungsi untuk sementara waktu.

Setelah kamu bisa mengungsi, kamu juga harus mengabarkan kepada mereka. Jangan sampai orang-orang terdekat kamu khawatir dengan situasi dan kondisi yang kamu alami.

Baca juga: Banjir Bandang Terjang Papua, Gempa Terjadi Lagi di Lombok, Kamu Wajib Paham Mitigasi Bencana

Bagikan:
44505 kali