Ilustrasi (Rumah123/Realestate.com.au)

Kalau bisa kamu jangan punya utang, begitu pesan orang tua apalagi kalau orang tua dari zaman old. Siapa sih yang mau punya utang? Tentunya tidak enak kan kalau memiliki tanggungan utang?

Namun, tidak selamanya kita memiliki kemampuan membeli sesuatu secara tunai. Ada sejumlah barang yang harganya sangat mahal.

Baca juga: Punya 12 Properti di Usia 32 Tahun karena Berani Ngutang, Bisa!

Seandainya kita membeli secara tunai tentu memberatkan karena belum kita mampu. Salah satunya adalah hunian alias rumah atau apartemen.

Sudah sejak lama, kalau membeli hunian itu bisa melalui cicilan kredit pemilikan rumah (KPR) atau kredit pemilikan apartemen (KPA). Ini berutang juga kan?

Baca juga: Utang yang Bisa Bikin Kaya Raya, Ga Percaya Kan?

Namun, menurut laman gaya hidup Moneyish dan situs marketplace peminjaman utang Lend Key, berutang untuk membeli properti itu termasuk utang yang bagus. Wah, utang kok bisa dibilang bagus ya?

Menurut Lend Key, membeli rumah itu sebuah investasi. Kalau pun kamu berutang, rumah ini merupakan aset dan harganya terus naik setiap saat.

Baca juga: Ga Masalah Kok Ngutang Asal Produktif Buat Investasi Properti

Kalau kamu mencicil rumah atau apartemen selama 10 tahun, setelah lunas maka hunian jadi milik kamu kan? Saat kamu membeli rumah, harganya mungkin masih Rp100 juta. Setelah 10 tahun, harga rumah mungkin menurun karena bangunan mulai menua.

Tetapi bagaimana dengan harga tanah. Setelah sepuluh tahun, harga tanah akan terus naik. Apalagi kalau di atas lahan sudah ada bangunan.

Baca juga: Ga Usah Takut Ngutang, Kalau Tergolong Utang Produktif

Bagi sebagian orang, membeli hunian menggunakan skema cicilan KPR atau KPA mengandung unsur riba. Nah, nggak usah takut kalau sekarang sudah banyak KPR Syariah yang ditawarkan oleh bank syariah.

Jadi kamu siap untuk berutang yang baik? Makanya beli rumah atau apartemen sekaligus investasi properti.

Bagikan: 1691 kali