Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (Rumah123/iStockphoto)

Penjualan hunian dalam dua kuarter terakhir turun antara empat hingga 16 persen. Penjualan akan melemah dalam kurun waktu enam hingga 12 bulan mendatang.

Perlambatan penjualan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab ini akan terjadi sebelum pasokan hunian bertambah. Laman berita Uni Emirat Arab, The National melansir hal tersebut berdasarkan laporan dari perusahaan konsultan properti, Core Savills.

Baca juga: Kenaikan Harga Hunian Mewah Tembus 35 Persen, Buruan Investasi Properti!

Penjualan hunian mencapai angka terendah yaitu 1150-1250 Dirham UEA (Rp4,1 juta-Rp4,4 juta) per meter persegi dan harga sewa diperkirakan hanya 70-75 Dirham UEA (Rp250 ribu-Rp268 ribu) per meter persegi.

“Perusahaan pengembang atau pemilik hunian mungkin akan mempertahankan penurunan lebih lanjut soal harga ini, penurunan ini akan mengurangi portofolio aset properti lantaran nilai sewa yang rendah bisa berdampak atau bisa membatalkan perjanjian dengan bank,” ujar Associate Director Core Savills, Andrew Ausama kepada The National.

Baca juga: Mau Tau Kota dengan Harga Sewa Hunian Paling Murah?

“Hal ini akan membuat orang berupaya meningkatkan keamanan berinvestasi atau mengurangi utang dengan tujuan memenuhi ketentuan perbankan,” lanjut Ausama.

Pendapatan yang rendah, pemutusan hubungan kerja (PHK) pada sektor swasta dan pemerintah, serta inflasi yang meningkat menjadi kontribusi permintaan yang lemah hingga membuat penjualan hunian menurun.

Baca juga: 5 Kebakaran Gedung Pencakar Langit di Dunia

Core Savills menyatakan kalau penurunan ini malah lebih cepat dari perkiraan yang hanya berkisar 15 persen untuk 2017. Padahal masih ada sisa beberapa bulan lagi.

“Upaya agar tidak terjadi penurunan lebih tajam menjadikan perusahaan pengembang menahan stok hunian dengan harapan mekanisme penyesuaian yang sehat bisa terjadi. Hal ini terjadi di Dubai dalam lima tahun terakhir,” ujar Ausama.

Baca juga: Lebih Kaya Tiga Kali Lebih Besar dan Lebih Cepat, Penasaran Gimana Caranya?

“Hal ini akan membuat periode awal yang lama terjadi, terkait jumlah stok yang rendah dan harga penjualan yang tertekan. Kami memperkirakan kalau hal ini terjadi mulai pada akhir 2017 dan berlangsung selama 12-18 bulan,” lanjut Ausama.

Sementara itu, agen properti ternama di Timur Tengah, CBRE menyatakan pada awal Agustus 2017 kalau tingkat sewa di Abu Dhabi diperkirakan turun dalam kurun waktu setahun mendatang, setelah sebelumnya turun 11 persen dalam waktu setahun pada kuartal kedua. Kawasan elit mengalami tingkat penjualan lebih rendah dari kawasan menengah.

Baca juga: Kenaikan Capai Dua Digit, Pertumbuhan Pasar Hunian Mewah Melambat

Rata-rata sewa untuk hunian kelas atas merosot hingga 12 persen, sementara untuk hunian kelas menengah hanya turun antara enam hingga 10 persen.

CBRE juga menyatakan kalau ketidakpastian orang untuk mendapatkan pekerjaan, naiknya biaya hidup, dan juga pasokan baru hunian menekan harga sewa yang menurun tiga persen setiap kuarter.

Baca juga: Tujuh Tahun Beruntun Jadi Kota Paling Nyaman di Dunia, Kota Apa Sih?

Harga penjualan hunian turun empat persen dalam kuarter kedua dan diperkirakan akan terus turun seiring dengan pasokan baru dalam 12 bulan mendatang. Investor pun akan menanti harga yang terus melemah.

Wah, ternyata banyak ya hal yang bisa membuat penjualan properti dan juga harga sewa menurun. Buat kamu para investor, bisnis memang tidak selamanya bagus kan. Tetapi tetap semangat ya untuk tetap berinvestasi properti.

Bagikan: 2380 kali