Ilustrasi (Rumah123/iStockphoto)

Mau wirausaha? Mau jadi investor? Siapa sih yang nggak mau. Tapi duitnya dari mana dong? Sisihkan gaji, bonus, atau tunjangan hari raya aja.

Sepintas cara ini memang bisa untuk mengumpulkan uang. Tetapi, bayangkan kalau kamu ingin berinvestasi properti yang harganya mahal.

Baca juga: Pulau Buatan Khusus Kaum Superkaya, Tinggal atau Investasi di Sini Ya?

Pernah berpikir untuk berutang pada bank atau lembaga keuangan non perbankan? Mungkin kamu sudah ngeri terlebih dahulu saat mendengar utang dari bank!

Jangan salah lho, kalau berutang itu tidak menakutkan. Laman properti realestate melansir kalau selama utang itu produktif malah tergolong bagus.

Baca juga: Wah, Ternyata Banyak Bangunan Miring di Dunia, Ga Hanya Gedung DPR Aja Lho

Kalau kamu memiliki uang Rp 100 juta. Lebih baik kamu gunakan untuk investasi properti. Kamu bisa meminjam uang dari bank sebesar Rp 400 juta untuk membeli properti senilai Rp 500 juta.

Kamu bisa mendapatkan keuntungan kenaikan harga properti 10 persen yaitu Rp 50 juta. Jadi nilai properti menjadi Rp 550 juta.

Baca juga: Ga Masalah Kok Ngutang Asal Produktif Buat Investasi Properti

Mungkin kamu harus membayarkan cicilan Rp 20 juta. Sementara keuntungan kamu masih banyak lantaran masih ada Rp 30 juta.

Bayangkan kalau kamu menyimpan uang kamu Rp 100 juta di bank, kamu hanya mendapatkan keuntungan 10 persen saja atau Rp 10 juta.

Baca juga: Mau Tau Kota dengan Harga Sewa Hunian Paling Murah?

Jadi sebenarnya kamu nggak perlu takut berutang kalau kamu membeli aset yang bisa menghasilkan uang alias menjadi mesin uang kamu.

Berinvestasi properti itu menguntungkan karena nilai bangunan naik dan juga kamu bisa menikmati uang sewa. Ada keuntungan ganda lho.

Bagikan: 4299 kali