Mahasiswa Royal College of Art, Hamza Oza Mendesain Piranti untuk Jamaah Haji (Foto: Rumah123/Dezeen)

Jutaan umat Islam dari seluruh dunia sedang berkumpul di Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji. Sering kali muncul kekhawatiran jika jamaah tersesat atau hilang.

Haji merupakan rukun Islam kelima. Seorang Muslim bisa menunaikannya sekali saja seumur hidup, tentunya jika mampu secara fisik, mental, dan finansial.

Baca juga: Puasa 22 Jam? Alhamdulillah, Kamu Ga Tinggal di Sini

Menurut data 2017, ada 2,35 juta jamaah haji. Angka ini diperkirakan akan naik menjadi 8 juta jamaah pada 2030 mendatang.

Jutaan orang berjalan, berpindah, dan melakukan kegiatan bersamaan tentunya bisa berisiko banyak ya. Salah satunya risiko hilang atau tersesat. Keluarga yang berada di tanah air tentu bakal khawatir.

Baca juga:  Setiap Ramadan, Mohamed Salah Rajin Pulang Kampung

Hamza Oza menciptakan piranti berdasarkan sistem cloud. Oza adalah mahasiswa Royal College of Art jurusan Innovation Design Engineering. Royal College of Art adalah perguruan tinggi desain ternama di Inggris.

Alat ini bisa membantu keluarga untuk menemukan saudara mereka yang sedang berhaji. Hebatnya lagi, piranti ini tidak perlu sinyal telepon atau smartphone.

Baca juga: Satu Gedung dengan Tiga Waktu Berbuka Puasa yang Berbeda

Piranti ini bernama Rehber yang berarti pemandu dalam bahasa Arab. Rehber merupakan gelar elastis yang dipakai di tangan.

Gelang ini mirip dengan Fitbit, tetapi dapat dilacak menggunakan layanan pendukung yang pengoperasiannya tidak tergantung pada jaringan smartphone atau perangkat bergerak lainnya.

Baca juga:  Musala Berjalan Siap Sambut Olimpiade 2020 Tokyo

“Setiap piranti memiliki jarak antara 1 hingga 5 km, tergantung dari kondisi pemakaian. Alat ini bekerja bersamaan dengan perangkat lainnya berbasis cloud dan bisa diakses oleh penyelenggara haji untuk menemukan lokasi orang,” ujar Oza kepada situs arsitektur dan desain Dezeen.

“Biaya infrastruktur untuk menggunakan Rehber dalam mencari jamaah haji yang hilang lebih murah dibandingkan bisa mencari dengan cara tradisional seperti Bluetooth atau WiFi, apalagi setiap piranti yang menggunakannya hanya bisa menjangkau 100 meter,” lanjut Oza.

Baca juga:  Wuih, Betapa Indahnya Desain Arsitektur Museum of Islamic Art

Oza berharap kalau piranti ini dapat membantu keluarga dalam menemukan lokasi para jamaah haji. Apalagi alat ini tidak membutuhkan jaringan telepon seluler untuk operasinya.

Di masa mendatang, dia juga berharap kalau Rehber bisa memudahkan orang dalam mencari anak hilang atau orang tua yang tersesat.

Baca juga: Desain Maha Karya Arsitektur Islam Bisa Dilihat di Masjid Ini, Penasaran?

Hamza Oza Mendesain Piranti yang Memudahkan Keluarga Mencari Jamaah Haji yang Hilang atau Tersesat (Foto: Rumah123/Dezeen)
Bagikan: 698 kali