Foto: Rumah123/iStock

Emang bener sih kalau kita lagi perlu apa-apa, terus tersedia tanpa harus punya, enak bener! Ga punya kendaraan, ya pake aja kendaraan online. Ga punya rumah ya ngekos atau sewa aja! Emang enak sih gitu, tapi pada akhirnya kamu jadi ga punya aset apa-apa kan? So what?

Ya kalau masih muda, masih mampu cari duit ya bisa terus kayak gitu, tapi gimana kalau kamu sudah tua nantinya? Kalau ga punya kendaraan sih ga terlalu ngaruh, kan transportasi umum tetap ada meskipun kamu sudah tua nanti. Tapi, kalau tempat tinggal? Ya, kan ada panti jompo. Serius? Tinggal di panti jompo itu meski pake duit lho, kalau sudah tua dan ga mampu lagi cari duit, terus bayarnya pake daun? Kebanyakan dari para milenial emang ga mikir sampe sejauh itu. Tapi, yang jauh itu bakal deket juga lho, kan waktu terus berjalan. Tau-tau kamu udah tua dan parah banget kalau belum punya hunian. Ngeriii!!!

Baca juga: Dari Muda Usaha Terus Punya Rumah, Tua Nanti Bahagia Deh!

Rumah adalah aset pertama kamu untuk jangka panjang. Jadi, kalau sudah tua belum juga punya rumah, ya masuk golongan yang butuh dikasihanilah kamu itu. Jadi, ownership (kepemilikan) itu penting karena dengan gitu kamu jadi userbility (bisa pake). Jangan dibalik, yang penting bisa pake, ga punya ga pa pa. Ya pasti apa-apa dong kalau ga punya rumah.

Aset atau kepemilikan kamu akan properti itu bisa bikin kamu ‘naik kelas’. Punya rumah, bukti bahwa kamu adalah milenial sukses.

"Ini (userbility) konsep share ekonominya bagus, tapi kita harus punya base. Jadi milenial harus punya aset. Kenapa? Kita kalau mau naik kelas itu harus punya aset. Kalau asetnya itu nggak dimiliki kita juga nggak dapat karakter apresiasi," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, seperti dikutip finance.detik.com, Kamis (26/4/2018).

Baca juga: Potret Kelam Hunian di Balik Gemerlap Hong Kong

"Maka, di DKI untuk dorong milenial punya kesempatan memiliki properti, kami punya program hunian DP nol rupiah," kata Sandi lagi. Dia mengatakan, milenial harus berpikir panjang ke depan dalam hal punya hunian. "Karena kadang-kadang milenial ini nggak mikir, jangankan beli properti, nabung saja nggak mikir,” kata Sandi.

Menurutnya, milenial harus bisa secepatnya punya hunian. Pasalnya, pada 2045 Jakarta bakal jadi Kota Megapolitan terbesar di dunia. Kalau kamu saat itu belum juga punya rumah, gimana? Mau tinggal di kardus? Atau di apartemen seluas badan kamu aja seperti yang sekarang sudah terjadi di Hong Kong?

Emangnya kapan waktu yang tepat buat milenial untuk beli rumah? Ya sekarang! Indonesia bakal tumbuh dan berkembang terus. Bayangkan, pada 2030, ekonomi Indonesia akan masuk nomor 7 terbesar (di dunia). Kalau kamu belum juga punya rumah, apa kata dunia?

Bagikan: 1103 kali