happy family lying on grass in front of house, parents with two children smile

Jelang akhir 2016, bersama Karir.com, Rumah123 pernah menggelar survei terkait kemampuan milenial Jakarta untuk memiliki huniannya sendiri. Terungkap bahwa hanya 17 persen milenial Jakarta yang mampu membeli rumah termurah saat itu.

Survei itu juga mengungkap bahwa kenaikan gaji per tahun tak mampu mengejar peningkatan harga properti dengan periode yang sama. Ya, kenaikan harga properti memang berlari lebih cepat ketimbang penghasilan.

Baca juga: Kompas.com Harapkan Kerja Sama dengan Rumah123 Terus Berlanjut

Sejalan dengan itu, melalui Sentiment Survey H1-2017,  Rumah123 juga menemukan fakta masih banyaknya orang yang tinggal bersama orang tua, atau rumah warisan. "Bahkan yang berusia di atas 45 tahun juga masih ada yang tak punya rumah sendiri," kata Country General Manager Rumah123, Ignatius Untung, saat ditemui di Jakarta, Rabu (3/5).

Untung menjelaskan, ada lebih dari 27 persen responden yang berusia di atas 45 tahun, masih tinggal bersama orangtua atau rumah warisan. Hal ini terbilang sangat terlambat jika mempertimbangkan tenor Kredit Pemilikan rumah (KPR).

Baca juga: SWA Berharap Sinergi dengan Rumah123 Menjadi Proyek Jangka Panjang

Pasalnya, KPR masih menjadi solusi andalan terkait pola pembayaran pembelian properti. "KPR masih menjadi andalan dengan tenor favorit adalah 15 tahun cicilan," ujar Untung menambahkan.

Sekitar 64 persen responden, lanjut Untung, memilih KPR ketimbang cash bertahap, atau cash keras langsung ke developer.  "Sementara itu, 41 persen konsumen pengguna KPR memilih tenor 15 tahun untuk cicilannya."

Baca juga: CGM Rumah123: Edukasi Properti Penting Banget!

Belum lagi terkait down payment yang  juga masih menjadi kendala utama pembelian hunian. Setidaknya, kata Untung, konsumen membutuhkan waktu 1-3 tahun untuk menabung mengumpulkan Dp. "Padahal dalam kurun tiga tahun itu, harga properti juga sudah beda lagi."

Jadi, kapan mau beli hunian sendiri?

Bagikan: 975 kali