Foto: Rumah123/iStock
   

Konstruksi sarang laba-laba untuk fondasi bangunan ternyata pilihan terbaik untuk bangunan di daerah rawan gempa. Hal ini terbukti dari peristiwa musibah gempa di Lombok baru-baru ini. Di tengah hancurnya bangunan-bangunan akibat gempa yang menggoncang tanah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), bangunan yang menggunakan fondasi berstruktur sarang laba-laba tetap aman.

Ahli struktur bangunan, Ir. Moch Arif Toto R, yang bertugas menaksir (assessment) terhadap kondisi bangunan gedung akibat gempa Lombok menyatakan, fondasi yang menggunakan konstruksi sarang laba-laba tetap aman pasca-gempa.

"Bahkan, kami harus melakukan reassessment atau beberapa kali penaksiran, mengingat gempa di NTB terjadi beberapa kali. Tapi, sejauh ini bangunan dengan konstruksi sarang laba-laba tidak mengalami kerusakan struktur," kata Toto, seperti dikutip Kompas.com, Selasa (4-9-2018).

Baca juga: Ingin Konstruksi yang Tahan Gempa? Ini Dia, Sarang Laba-Laba!

Menurutnya, dibanding gempa Yogyakarta beberapa tahun silam, gempa Lombok punya 4 sumber gempa yang berbeda, ada gempa yang gerakannya horizontal dan ada juga yang vertikal.

“Yang merusak itu (yang) vertikal, ditambah akselerasi, terutama pada elemen-elemen arsitektural yakni penggunaan atap bangunan bermaterial berat seperti genteng yang saat terjadi gempa jatuh menimpa plafon," kata Toto yang juga menjabat sebagai Ketua II Komisariat Daerah Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia DI Yogyakarta ini.

Jadi, selain menggunakan konstruksi sarang laba-laba di daerah rawan gempa, Toto juga menyarankan menggunakan atap bermaterial ringan.

Contoh bangunan di Lombok yang fondasinya berstruktur sarang laba-laba adalah Rumah Sakit Umum Provinsi di Mataram. Bangunan ini tak mengalami kerusakan yang berarti meskipun berulang kali digoyang gempa. Kok bisa gitu?

Sifat dan karakter konstruksi sarang laba-laba yang kaku, stabil, dan responsif membuat bangunan di atasnya tak mengalami kerusakan struktur meskipun terkena guncangan hebat berkali-kali. Konstruksi sarang laba-laba mengikat bangunan di atasnya, sehingga menyelamatkan bangunan saat terjadi gempa.

Baca juga: Ini Dia, Rumah Tahan Gempa dengan Rusuk Segitiga!

Saran Toto, konstruksi sarang laba-laba yang tahan gempa seharusnya diwajibkan untuk bangunan faslitas publik semisal rumah sakit di daerah rawan gempa. "Kerusakan yang saya lihat sifatnya nonstruktural seperti genteng jatuh dan dinding retak," kata Toto tentang ketahanan bangunan yang menggunakan konstruksi sarang laba-laba.

Bangunan lain di Lombok yang juga selamat dari gempa yakni Balai Kesehatan Mata dan Balai Kepegawaian Daerah. Keduanya adalah bangunan tua peninggalan Belanda yang menggunakan batu batu sangat tebal sebagai dinding.

Baca juga: Kayak Apa Sih Konstruksi Bangunan yang Tahan Gempa?

Juga gedung Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kantor Perwakilan NTB di Mataram termasuk bangunan yang selamat dari guncangan gempa. Tak ada kerusakan struktur kecuali hanya kaca-kaca yang pecah. Bangunan ini tidak mengalami kerusakan karena menggunakan konstruksi sarang laba-laba.

Konstruksi sarang laba-laba merupakan karya anak bangsa. Menurut tenaga pemasaran PT Katama selaku pemegang paten Perbaikan Konstruksi Sarang Laba-laba, Agus B. Sutopo, mengatakan, teknologi konstruksi sarang laba-laba yang telah teruji beberapa kali terhadap guncangan gempa, menarik perhatian pihak asing. Konstruksi ini dijadikan bahan disertasi di Universite de Technologie de Compiegne (UTC) Perancis.

 
Bagikan: 1609 kali