Ilustrasi first jobber yang sedang bekerja di kantor - Rumah123.com Ilustrasi first jobber yang sedang bekerja di kantor - Rumah123.com

Momen pertama kali bekerja memang sangat menyenangkan. Bagaimana tidak? Ini adalah kali pertama kamu menghasilkan uang sendiri. Kamu pun bebas menentukan alokasi gaji pertamamu kemanapun. Tapi sayangnya, tak jarang momen ini juga menjadi bumerang bagi para first jobber. Lantaran diberikan kebebasan, banyak yang terlena dengan penghasilan tersebut dan tak memiliki perencanaan keuangan sama sekali. 

Padahal, inilah momen yang sangat tepat untuk menyusun strategi keuangan agar rencana-rencana di masa depan bisa terwujud dengan mudah. Salah satunya adalah rencana untuk membeli rumah. Harga rumah semakin mahal tiap tahunnya. Jika kamu tak melakukan alokasi gaji dengan tepat sedari sekarang, punya rumah sendiri bisa-bisa cuma jadi mimpi. 

“Ah, tapi gajiku kan hanya Rp 5 juta. Untuk kebutuhan sehari-hari saja ngepas, gimana bisa beli rumah?” Eits, jangan salah, kalau kamu pintar mengelola keuangan dengan baik, maka kamu tak akan merasa pas-pasan dengan uang sejumlah itu. Bahkan dalam beberapa tahun ke depan, kamu sudah bisa membeli rumah sendiri! Seperti apa caranya? Ini dia tips alokasi keuangan untuk para first jobber dengan gaji Rp 5 juta supaya bisa beli properti! 

Mengalokasikan gaji Rp 5 juta menjadi 5 pos pengeluaran

Metode alokasi gaji yang satu ini dilakukan dengan membagi penghasilan ke dalam pos-pos keuangan dengan persentase tertentu.  Cara ini bisa dilakukan jika porsi keuanganmu sesuai dengan pembagian persentase tersebut. Apabila kebutuhanmu lebih atau kurang dari ini, hitung dulu kebutuhanmu setiap bulannya, baru kemudian bagi gaji bulan berikutnya ke dalam 5 pos pengeluaran di bawah ini. 

Baca juga: Dengan 3 Cara Ini, Karyawan Gaji UMR Juga Bisa Punya Rumah!

60% (Rp3.000.000) Biaya Kebutuhan Hidup 

Kebutuhan sehari-hari menjadi pengeluaran paling besar dari penghasilanmu. Alokasikan sebesar 60% untuk makan sehari-hari, transportasi, internet dan pulsa, serta kebutuhan rumah tangga. Biar lebih mudah, ini rincian alokasi keuangan untuk kebutuhan hidup:

Makan sehari-hari:

30% (Rp1.500.000)

Transportasi:

20% (Rp1.000.000)

Internet & pulsa:

5% (Rp250.000)

Kebutuhan rumah tangga (shampo, sabun, skin care):

5% (Rp250.000)

20% (Rp1.000.000) Investasi

Karena salah satu tujuan keuanganmu adalah membeli rumah, maka kamu wajib berinvestasi. Alih-alih menabung, sebaiknya kamu menaruh uang di instrumen investasi berisiko rendah seperti reksadana pendapatan tetap atau pasar uang. Sebab, uang yang ditabung tidak akan naik, malah justru tergerus inflasi. Sedangkan dalam instrumen investasi, dana yang disimpan bisa bertambah jumlahnya, bahkan hingga 10% dalam setahun. 

Dana yang masuk ke dalam pos investasi nantinya bisa kamu gunakan sebagai DP rumah. Jika kamu berinvestasi sebesar Rp1.000.000 per bulan, dalam setahun kamu akan mendapatkan Rp12.000.000. Dalam 5 tahun, dana yang terkumpul sebesar Rp60.000.000. Anggap saja rumah yang mau dibeli seharga Rp500.000.000. Untuk rumah pertama, DP yang dibutuhkan adalah 10%. Untuk rumah seharga Rp500.000.000, DP yang dibutuhkan sebesar Rp50.000.000. Dalam 5 tahun ke depan, kamu sudah bisa DP rumah. Bahkan masih ada Rp10.000.000 tersisa, yang bisa digunakan untuk membeli furnitur atau menambah uang DP. 

Angka tersebut belum termasuk keuntungan yang kamu dapatkan. Ditambah lagi, kamu pasti mengalami kenaikan gaji setiap tahunnya sehingga alokasi dana untuk investasi pun akan bertambah. 

10% (Rp500.000) Hiburan

Gaji Rp 5 juta bukan berarti tak bisa untuk menghibur diri! Kamu juga masih bisa kok menikmati hiburan seperti nonton bioskop, makan di kafe dan resto, atau kegiatan lainnya yang bertujuan untuk menghibur diri. Cukup sisihkan 10% dari penghasilanmu. Ingat, pengeluaran ini bukanlah pengeluaran utama. Jangan sampai jumlahnya melebihi angka tersebut. 

5% (Rp250.000) Sedekah 

Supaya tujuan-tujuanmu bisa segera tercapai, jangan lupa menyisihkan penghasilan untuk orang lain yang membutuhkan. Baik itu fakir miskin, anak yatim, bencana alam, dan peruntukan sosial lainnya. Sisihkan sebesar 5% untuk pos pengeluaran satu ini. 

5% (Rp250.000) Dana Darurat

Musibah bisa datang kapan saja tanpa diprediksi. Untuk itu, jangan lupakan alokasi dana darurat untuk berjaga-jaga. Paling tidak, sisihkan 5% atau sebesar Rp250.000 untuk dana simpanan. Apabila ternyata tak digunakan, sebisa mungkin jangan mengutak-atik dana satu ini.

Nah, itu dia alokasi gaji untuk para first jobber dengan penghasilan sebesar Rp5.000.000. Anggap saja usiamu saat ini 21 tahun, seperti rata-rata usia first jobber pada umumnya. Artinya dengan mengikuti alokasi di atas, kamu bisa DP rumah dalam 5 tahun ke depan. Di usia 26 tahun, sudah bisa membeli properti sendiri. Siapa sih yang nggak mau?

Bagikan:
3894 kali