Ilustrasi Equinox. Equinox Adalah Fenomena Alam Biasa. Jarak Matahari dan Bumi Memang Menjadi Lebih Dekat, Namun Tidak Ada Kenaikan Suhu di Indonesia. Lain Halnya dengan Heat Wave di Eropa atau Amerika Serikat (Foto: Rumah123/Getty Images)

Masyarakat Indonesia sempat dihebohkan dengan fenomena Equinox yang ditengarai akan menyebabkan peningkatan suhu ekstrem. Ternyata semua itu nggak bener gaes. Kamu mesti membaca penjelasan dari BMKG.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan melalui laman resminya bmkg.go.id. BMKG menanggapi beredarnya kabarnya yang menyatakan kalau fenomena Equinox akan menyebabkan peningkatan suhu ekstrem yang bisa berakibat sun stroke dan dehidrasi.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Drs. Mulyono Rahadi Prabowo, M.Sc memaparkan kalau Equinox adalah salah satu fenomena astronomi yaitu matahari melintasi garis khatulistiwa.

Baca juga: Kawasan Bisnis yang Didesain Anti Cuaca Panas Gurun, Kayaknya Bisa Dipakai di Indonesia Ya

Hal ini terjadi secara periodik. Fenomena ini terjadi dua kali dalam setahun yaitu pada 21 Maret dan 21 September. Nah, fenomena ini akan terjadi lagi pada September 2019 nanti.

Saat fenomena ini berlangsung, jarak matahari dengan bumi memiliki jarak paling dekat. Konsekuensinya adalah kawasan tropis di sekitar khatulistiwa bakal mendapatkan sinar matahari secara maksimum. Efeknya, ya panas gaes.

Prabowo menyatakan fenomena ini tidak selalu mengakibatkan peningkatan suhu udara secara drastis maupun ekstrem. Dia melanjutkan bahwa secara umum rata-rata suhu maksimum di Indonesia berada dalam kisaran 32-36 derajat Celsius.

Baca juga: Kayak Apa Sih Rumah Sederhana yang Tahan Cuaca

Menurut pengamatan BMKG, suhu maksimum tertinggi pada Sabtu (23/03/2019) tercatat 37,6 derajat Celsius di Meulaboh, Aceh.

“Equinox bukan merupakan fenomena seperti gelombang panas atau heat wave yang terjadi di Eropa, Afrika dan Amerika yang merupakan kejadian peningkatan suhu udara ekstrim di luar kebiasaan dan berlangsung dalam waktu yang cukup lama,” katanya lagi.

Dia menyatakan kalau masyarakat untuk tidak perlu khawatir mengenai dampak Equinox. Tetapi, masyarakat memang tetap harus waspada ya.

Baca juga: Bus Tanpa Sopir yang Didesain untuk Segala Cuaca, Siapa Mau Naik

Kondisi cuaca di Indonesia umumnya masih lembab atau basah. Beberapa kawasan sedang memasuki masa transisi atau pancaroba. Untuk mengantisipasi kondisi cuaca yang cukup panas dengan menjaga daya tahan tubuh dan menjaga kesehatan.

Nah, gaes, kamu tidak perlu khawatir dengan Equinox. Ini adalah fenomena biasa dan terjadi setiap tahun di kawasan khatulistiwa.

Bagikan: 427 kali