silicon valley

Silicon Valley bagi banyak orang merupakan salah satu bagian penting dari percepatan teknologi, sehingga menghasilkan magnet bagi para investor.

Sukses membangun reputasi sebagai pabrikan teknologi ekosistem terbesar di dunia, Apple siap berencana untuk ekspansi besar-besaran di tanah Eropa dalam jangka panjang.

Adapun, Apple siap membangun Silicon Valley kedua di Munich, Jerman dengan nama Silicon Design Centre yang siap menelan investasi besar hingga US$ 1,2 miliar atau Rp17,2 triliun.

Investasi Apple di Jerman ini akan dilakukan dalam jangka waktu tiga tahun kedepan untuk memperluas proses penelitian dan pengembangan.

Untuk diketahui, Munich telah menjadi pusat teknik terbesar Apple di Eropa dengan mempekerjakan hampir 1,500 insinyur dari 40 negara yang bekerja di berbagai bidang mulai desain manajemen daya, prosesor aplikasi dan teknologi nirkabel.

Fasilitas Silicon Valley yang baru ini nantinya akan menjadi rumah bagi unit seluler Apple yang sedang berkembang, dan situs Litbang terbesar di Eropa untuk semikonduktor nirkabel seluler dan perangkat lunak.

Tim tersebut juga akan fokus pada 5G dan teknologi nirkabel lainnya sebagai inovasi Apple untuk jangka panjang di masa depan.

Ekspansi tersebut menyusul kesepakatan senilai US$600 juta yang dibuat oleh Apple dengan desainer prosesor Inggris-Jerman Dialog Semiconductor pada 2018 untuk membawa tim yang merancang chip daya utama yang digunakan iPhone dan perangkat lainnya.

Sejarah Apple di Jerman sebelum pengembangan Silicon Valley 

Perlu dijelaskan jika sejarah Apple di Jerman sudah ada di Bavaria sejak 2015 silam dengan mempekerjakan 350 insinyur.

Dalam prosesnya, Silicon Valley Jerman ditujukan untuk berfokus pada desain manajemen daya, dan telah memainkan berbagai peran penting dalam menghasilkan chip prosesor berkualitas terbaik.

Berkat kerja keras dari tim Jerman, Apple juga berhasil mengembangkan menciptakan lokasi khusus nan prospektif, untuk menghasilkan produktivitas kerja produknya seperti iPhone, iPad, Apple Watch maupun Mac berprosesor M1.

Sejak pengembangan berkelanjutan di Jerman dan saat ini, sudah setengah dari tim desain manajemen daya global Apple berlokasi di negara tersebut, sehingga pengembangan model dan teknologi bisa dilakukan dengan mudah.

Adapun, Silicon Valley Apple di Munich di masa mendatang akan memiliki luas lahan sebesar 30,000 meter persegi yang menjadi unit pengembangan seluler masa depan, dan menjadi lokasi R&D terbesar di Eropa untuk jaringan nirkabel.

Proses pemindahan ke fasilitas Apple di Munich akan dilakukan secara bertahap mulai dengan arsitektur dan kearifan lokasi tingkat tinggi.

Seperti kantor Apple pada umumnya, pusat riset di Munich ini juga akan beroperasi dengan energi terbarukan dan berkelanjutan.

Demikian beberapa hal yang perlu kamu ketahui mengenai Silicon Valley Apple yang siap dibangun di Jerman.

Temukan inspirasi menarik seputar properti internasional, selengkapnya di Rumah123.

"Sedang cari apartemen di pusat kota? Kamu bisa pilih Tamansari Skylounge Balikpapan di sini selengkapnya." 

Bagikan:
3191 kali