Peresmian Kantor Cabang PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) di Green Pramuka City, Jakarta Pusat, Senin (30/10/2017). Foto: Rumah123/Dok. BTN Green Pramuka City

Ekonomi di Tanah Air dikabarkan lesu, namun PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) tetap bersemangat. Buktinya, menggandeng Green Pramuka City untuk mencapai targetnya.

“Dibukanya cabang di Green Pramuka City merupakan bagian dari target pengembangan jaringan kantor cabang. Hingga akhir 2017, BTN menargetkan membuka 41 kantor cabang pembantu dan 22 kantor kas baru,” kata Kepala Cabang BTN Kelapa Gading Square, Muhammad Faiz, dalam keterangan tertulisnya, Senin (30/10/2017).

Komisaris PT Duta Paramindo Sejahtera, pengembang Green Pramuka City, Eddy Hartono, menyatakan terima kasihnya kepada BTN yang telah melibatkan Green Pramuka City sebagai bagian pengembangan jaringan kantor cabang BTN di Jabodetabek.

Baca juga: Green Pramuka City Traktir Jajanan Kampoeng Nusantara Sambil Bagi-Bagi Kartu E-Toll Gratis

Kerja sama BTN dan Green Pramuka, lanjutnya, sangat tepat mengingat hingga akhir tahun ini Green Pramuka akan membukukan kenaikan penjualan yang cukup signifikan. Kenaikan ini bertolak belakang dengan penjualan sepanjang dua tahun lalu yang sangat lemah.

Hingga saat ini Green Pramuka City sudah memiliki 9 menara yang sudah siap huni. Untuk menara 8 yang diluncurkan tahun lalu sudah mencatatkan penjualan 60 persen, sedangkan menara ke-9 yang dirilis Juli lalu sudah terjual sekitar 40 persen atau 400 unit dan untuk Tipe Studio seharga Rp400 jutaan sudah sold out.

Seiring membaiknya kondisi ekonomi, tahun depan PT Duta Paramindo Sejahtera berencana merilis menara terbarunya di proyek Green Pramuka City seluas 12,8 hektare yang berlokasi di Jakarta Pusat itu. Pada 2018, ditargetkan pembangunan Green Pramuka City rampung keseluruhannya.

Baca juga: Bank BTN Capai Potensi KPR Baru Rp8,36 Trilun dari Ajang IPEX 2017

Menurut Muhammad Faiz, target tinggi Green Pramuka City seiring dengan target penambahan kantor jaringan BTN sampai akhir 2017, yang merupakan bagian dari perampungan rencana bisnis bank (RBB).

Terkait RBB tersebut, ibu kota provinsi dan kabupaten kota yang berpotensi memiliki Dana Pihak Ketiga (DPK) yang besar, menjadi target sasaran BTN. Juga wilayah yang mampu membeli ataupun menambah pertumbuhan jumlah Kredit Pemilikan Rumah (KPR), baik yang subsidi ataupun non-subsidi.

Hal tersebut selain memberikan keuntungan bagi BTN, juga bisa menguntungkan nasabah karena tersedia pinjaman dengan bunga rendah. Lihat saja, BTN bukan hanya mengembangkan konvensional channel, melainkan juga mengembangkan digital channel yang terus mengalami penyempurnaan.

Baca juga: Produk EBA-SP, Sumber Dana Perumahan bagi Bank BTN dan Investor

BTN akan meluncurkan pemakaian QRP yang disinyalir akan lebih menguntungkan daripada pemakaian EDC. Rencananya akan diluncurkan sebelum ulang tahun BTN atau sebelum 2017 ini berakhir. Saat ini, BTN sedang menunggu izin dari Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Muhammad Faiz juga optimistis terhadap realisasi pertumbuhan kredit yang meningkat. Ada indikator bagus pada permintaan kredit properti di semester kedua ini. Hal tersebut terlihat dari proyeksi pertumbuhan ekonomi di Jakarta dan Banten.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) per Agustus 2017, kredit konsumsi khususnya KPR masih mendominasi sebesar 32, 5% dari kredit konsumsi rumah tangga di Jakarta. Sementara di Banten pertumbuhan kredit properti mencapai 12,53% pada triwulan II, 2017.

Jadi, selesu-lesunya ekonomi yang dikabarkan, BTN tetap mencatat pertumbuhan kredit properti. Jadi, kamu jangan pernah menyerah untuk punya hunian ya!

Bagikan:
1605 kali