OK
Dijual
Disewa
Properti Baru
Panduan

Dusun di Majalengka Ini Ditinggal Penduduk Sejak 2009, Seperti Desa Mati!

19 Juli 2022 · 2 min read Author: Siti Nurhikmah

desa tarikolot majalengka

Sumber: Sindonews.com

Sebuah desa di Dusun Tarikolot, Desa Sidamukti yang berada di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat mendadak viral di media sosial. 

Salah satu seorang warganet mengunggah sebuah video yang menggambarkan suasana di dusun tersebut. 

Video yang diunggah oleh akun akun TikTok @dinoabdilahhh itupun viral di media sosial dan telah diputar lebih dari satu juta kali. 

Bahkan, video yang diunggah pada 14 Juli 2021 itu telah disuka oleh lebih dari 78,9 ribu pengguna. 

Video tersebut juga dibanjiri oleh lebih dari 3.000 komen sejak diunggah ke TikTok. 

Tak seperti dusun pada umumnya, suasana di Tarikolot tampak sepi karena tak dihuni oleh warga.  

Bahkan, dusun Tarikolot disebut sebagai desa mati karena sudah lama ditinggalkan penduduknya. 

253 Keluarga Meninggalkan Dusun

desa tarikolot

Sumber: iNews.com

Melansir Liputan6.com, sebanyak 253 kepala keluarga (KK) telah meninggalkan dusun tersebut sejak 2009-2012. 

Hal itu bermula sejak adanya bencana longsor atau pergeseran tanah yang labil pada 2006 silam. 

Bencana longsor tahunan itulah yang membuat ratusan kepala keluarga meninggalkan dusun Tarikolot tersebut. 

“Sejak longsor besar kami berinisiatif merelokasi ini program pemerintah desa dan Pemkab Majalengka,” kata Kepala Desa Sidamukti, Karwan, seperti yang dilansir dari Liputan6.com.

Warga yang berada di dusun tersebut pun diketahui meninggalkan dusun secara berkala sejak tahun 2009-2012. 

Proses relokasi dusun tersebut disebut menghabiskan dana hinggaRp2,7 miliar. 

Seluruh warga blok di Desa Sidamukti gotong royong membantu warga dusun Tarikolot membangun 253 rumah di dusun Buahlega.

Masuk Zona Merah Bencana

desa mati majalengka

Sumber: Liputan6.com

Karwan menjelaskan, program relokasi dilaksanakan karena blok tersebut masuk zona merah bencana. 

Hal itu diperkuat dengan adanya data hasil penelitian badan geologi Kementerian ESDM.

“Data badan geologi setiap 20 tahun sekali ada pergerakan tanah atau longsor. Bahkan tiap detik tanah tersebut juga bergeser kecil. Ciri nya kalau musim hujan tidak ada air mengalir atau keluar ke tanah berarti khawatir akan terjadi longsor besar kalau keluar air mengalir berarti longsor kecil,” ujarnya.

Meski begitu, masih ada beberapa warga yang terlihat bertahan dan tetap beraktivitas di dusun tersebut.

Mereka diketahui masih bertahan di dusun tersebut karena masih harus menggarap lahan pertanian maupun perkebunan. 

Kalau kamu yang tinggal di dusun tersebut, kira-kira kamu memilih bertahan atau ikut relokasi nih?

Jangan lupa kunjungi artikel.rumah123.com untuk dapatkan artikel menarik lainnya seputar properti. 

Kamu juga bisa mencari properti yang sesuai kebutuhanmu seperti Caelus BSD City hanya di www.rumah123.com. 


Tag: ,


IKLAN

Tutup iklan
×

SCROLL UNTUK TERUS MEMBACA