akad kpr syariah

Kenali dua akad KPR syariah yang popular dalam skema pembiayaan perumahan. Kamu yang ingin berencana beli rumah, jangan sampai salah ya!

Skema pembiayaan kredit pemilikan rumah alias KPR, umumnya digunakan bagi kalangan yang tidak punya cukup dana untuk membeli hunian secara tunai.

Selain konvensional, masyarakat kini dapat memilih jenis KPR syariah untuk membeli hunian idamannya.

Dalam transkasi pembelian Rumah KPR syariah, biasanya tidak menggunakan skema bunga dalam implementasinya.

Melansir dari laman Kompas.com, nasabah kredit rumah syariah akan mendapatkan keuntungan besaran cicilan yang tetap hingga berakhirnya masa KPR.

Bila menilik laman resmi sikapiuangmu.ojk.go.id, dijelaskan bahwa periode waktu pembiayaan KPR syariah bisa berupa jangka pendek.

Ada pula jangka menengah hingga panjang, yang dapat digunakan  untuk membeli rumah baru maupun bekas, sesuai akad KPR.

Nah, lantas bagaimana akad KPR Syariah? Kamu bisa menyimaknya lebih lanjut dalam pembahasan di bawah ini.

Mengenal Berbagai Jenis Akad dalam KPR Syariah

Ilustrasi-KPR-Syariah (Sumber: istock / Lemono)

Sebenarnya, jenis akad bank syariah ada empat antara lain akad murabahah dan akad musyarakah mutanaqisah.

Selain itu, ada pula akad istishna, serta akad ijarah mutahiyyah bit tamik, yang terdapat dalam KPR tersebut.

Namun, dalam artikel ini, Rumah123.com akan membahas terlebih dahulu akad murabahah dan juga akad musyarakah mutanaqisah.

1. Akad Jual Beli Murabahah

Secara umum, jenis akad KPR syariah jenis ini merupakan perjanjian jual beli antara bank dengan nasabah.

Dalam jual beli rumah atau apartemen, pihak bank syariah akan membeli properti yang diperlukan oleh nasabah.

Kemudian, menjualnya kepada nasabah tersebut dengan besaran harga perolehan ditambah keuntungan yang disepakati antara bank dan nasabah.

Bank syariah akan melakukan pembelian rumah atau apartemen yang diinginkan nasabah, bila terjalin kesepakatan.

Dengan demikian, rumah tersebut dimiliki oleh pihak bank. Baru kemudian, properti itu dijual kepada nasabah yang membeli dengan cara mencicil.

Adapun pihak bank syariah tidak akan mengenakan bunga. Akan tetapi, mengambil keuntungan dari penjualan rumah yang telah ditetapkan sebelumnya.

Besaran cicilan yang harus dibayarkan nasabah, dalam jangka waktu yang disepakati bersifat tetap.

2. Akad Musyarakah Mutanaqisah

Jenis akad KPR syariah ini dilakukan antara dua pihak atau lebih yang berkongsi terhadap suatu barang.

Dalam akad musyarakah mutanaqisah, nantinya salah satu pihak akan membeli bagian pihak lainnya secara bertahap.

Adapun bank dan nasabah akan membeli rumah atau apartemen bersama-sama dengan porsi kepemilikan sesuai kesepakatan.

Contohnya, pihak bank 80% dan nasabah 20%. Kemudian, nasabah akan membeli bagian rumah yang dimiliki oleh bank hingga kredit lunas.

Demikianlah penjelasan dua akad KPR syariah, yang umum digunakan dalam pembelian rumah ataupun apartemen.

Baca juga berbagai info pembiayaan hunian lainnya, seperti cara menyiasati debt burden ratio (DBR) sebelum pengajuan KPR, hanya di artikel.rumah123.com.

Kalau ingin cari rumah KPR di Depok, bisa lo menelusuri rekomendasinya di situs Rumah123.com.

Bagikan:
299 kali

Redaksi Rumah123.com

Alamat

Level 37 [email protected]
Jl. Casablanca Kav.88
Jakarta Selatan
Jakarta 12870
Indonesia