skuter listrik- rumah123.com Ilustrasi Pengguna Skuter Listrik. Ada Dua Insiden yang Terjadi Terkait Penggunaan Skuter Listrik. Dua Pengguna Tewas Setelah Ditabrak Mobil. Beberapa Pengguna Merusak Lantai Jembatan Penyeberangan Orang Sudirman (Foto: Rumah123/Getty Images)

Dua pengendara skuter listrik tewas setelah ditabrak mobil. Beberapa pengendara lainnya membuat jembatan penyeberangan orang menjadi rusak.

Insiden penabrakan pengendara skuter listrik GrabWheels terjadi di kawasan Sudirman, Jakarta pada Ahad (10/11/2019). Situs berita online Kompas.com melansir dua korban yang meninggal adalah Wisnu dan Ammar.

Sedangkan empat orang lainnya mengalami luka-luka. Mereka adalah Fajar, Bagus, Wulan, dan Wanda. Fajar menceritakan bahwa dia dan teman-temannya ingin menyewa skuter listrik di FX Sudirman pada Sabtu (9/11/2019) pukul 22.30 WIB (Waktu Indonesia Barat).

Baca juga: Migo Tuh Sebenarnya Apaan Sih, Sepeda Listrik Atau Sepeda Motor Listrik

Skuter listrik di FX Sudirman telah habis disewa orang. Mereka memutuskan untuk menanti tersedianya skuter listrik di Plaza Senayan. Namun, mereka memutuskan kembali ke FX Sudirman.

Akhirnya, mereka mendapatkan tiga skuter listrik di FX Sudirman. Keenam orang ini menggunakan tiga skuter listrik secara berboncengan.

Ketika mencapai Flyover Senayan, skuter listrik yang dikendarai oleh Ammar dan Wisnu dalam kondisi low battery. Kemudian mereka saling bertukar skuter. Fajar sempat membonceng dua rekan perempuannya.

Baca juga: Demi Keamanan, Bus Listrik Transjakarta Akan Dibuat Berisik

Mereka kembali mengarah ke FX Sudirman. Tiba-tiba sebuah sedan hitam melaju kencang dan menabrak mereka. Mobil menabrak keenam orang ini. Wisnu dan Ammar terpental paling jauh.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun, saat hendak dioperasi, keduanya meninggal. Pelaku sudah ditangkap. Saat mengemudi, pelaku dalam keadaan mabuk.

Pengendara Skuter Listrik Merusak Jembatan Penyeberangan Orang

Insiden lainnya yang sempat viral adalah rusaknya lantai jembatan penyeberangan orang (JPO) Gelora Bung Karno, Jakarta. Lantai patah setelah sekelompok orang menggunakan skuter listrik.

Ban skuter listrik juga meninggalkan jejak dan merusak lantai JPO. Kompas.com menyitir pernyataan Kepala Dinas Marga DKI Jakarta Hari Nugroho kalau lantai yang patah dan rusak telah diperbaiki oleh kontraktor.

Hari melanjutkan dia telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Perhubungan Syafrin Liputo untuk melarang skuter listrik melintas di JPO. Nantinya, Dinas Perhubungan akan menyampaikan hal tersebut kepada penyedia skuter listrik.

Baca juga: Volvo Uji Coba Bus Listrik Tanpa Sopir di Singapura, Truz Jakarta Kapan Ya

Syafrin menyatakan pemerintah provinsi akan mengeluarkan regulasi terkait skuter listrik. Sejumlah negara telah melarang skuter listrik.

Regulasi Terkait Skuter Listrik Diperlukan

Dua insiden yang melibatkan skuter listik membuat sejumlah pihak meminta pemerintah mengeluarkan regulasi. Pengguna skuter listrik mulai banyak.

Laman berita Bisnis.com mengutip pernyataan pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengenai skuter listrik. Dia berharap adanya peraturan lantaran pengguna skuter listrik sering kali memacunya di jalan raya dengan kecepatan tinggi. Dia pernah menyaksikan skuter listrik bisa menyalip motor.

Dia melanjutkan ada dua hal utama yang harus diatur. Pertama, batas kecepatan. Kedua, kawasan yang memperbolehkan untuk memakai moda transportasi tersebut.

Baca juga: Piranti Keselamatan Berkendara Anti Emak-Emak Naik Motor Matic

Kecepatan ideal skuter listrik adalah 10 kilometer per jam, tidak lebih dari 15 kilometer per jam. Skuter listrik juga sebaiknya hanya digunakan di jalur sepeda. Kalau digunakan di trotoar, sebaiknya trotoar berukuran lebar seperti yang ada di kawasan Sudirman dan Thamrin.

Regulasi memang dibutuhkan agar pengguna bisa memakai skuter listrik dengan nyaman dan tidak mengganggu orang lain. Jangan sampai terjadi lagi insiden yang memakan korban jiwa.

Bagikan: 1514 kali