hunian berwawasan lingkungan- rumah123.com Ilustrasi Hunian Berwawasan Lingkungan. Bank Indonesia Memberikan Insentif Bagi Konsumen yang Membeli Hunian Berwawasan Lingkungan. Bank Sentral Melakukan Pelonggaran LTV (Loan To Value) (Foto: Rumah123/Getty Images)

Uang muka atau DP pembelian hunian berwawasan lingkungan hanya 5-10 persen. Bank Indonesia yang mengeluarkan kebijakan ini.

Bank Indonesia mengumumkan sejumlah kebijakan pada Kamis (19/9/2019). Semua kebijakan ini diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 September 2019.

Bank sentral menurunkan suku bunga acuan atau BI-7 Days Reverse Repo Rate sebesar 25 bps (basis point) dari 5,50 persen menjadi 5,25 persen. Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga tiga kali sejak Juli 2019.

Baca juga: BI Longgarkan LTV, DP Rumah Semakin Terjangkau, Hanya 10-15 Persen

Selain itu, Bank Indonesia juga melakukan pelonggaran LTV (Loan To Value) dan FTV (Financing To Value) untuk kepemilikan properti dan juga kendaraan bermotor. Relaksasi ini untuk meningkatkan kredit konsumsi.

Bank Indonesia menurunkan LTV dengan besaran 5 persen. Masyarakat bisa membeli hunian dengan membayar uang muka atau down payment (DP) dengan besaran bervariasi antara 10 hingga 15 persen.

Besaran ini tergantung luas dari hunian yaitu rumah tapak (landed house) atau rumah susun (apartemen) yang dibeli. Aturan ini baru berlaku mulai 2 Desember 2019.

Baca juga: BI Turunkan Lagi Suku Bunga Acuan Jadi 5,25 Persen, Pasar Properti Bangkit?

Ada yang berbeda dalam pelonggaran LTV kali ini yaitu Bank Indonesa memberikan tambahan keringanan rasio LTV untuk kredit properti dan rasio FTV untuk pembiayaan properti yang berwawasan lingkungan.

Namun, properti yang bisa mendapatkan tambahan ini harus memenuhi sejumlah kriteria. Setelah itu, baru bisa mendapatkan keringanan.

Kategori Properti yang Masuk Kriteria Berwawasan Lingkungan

Dalam siaran persnya, Bank Indonesia menyatakan bahwa kategori properti yang memenuhi kriteria berwawasan lingkungan merujuk pada standar atau sertifikasi yang dikeluarkan oleh lembaga yang diakui secara nasional atau internasional di bidang lingkungan.

Properti yang berwawasan lingkungan bisa memperoleh insentif berupa keringan rasio LTV/FTV jika memenuhi tiga ketentuan.

Pertama, untuk area permukiman/bangunan yang memiliki sertifikasi kawasan hijau, maka setiap unit bangunan di kawasan permukiman/bangunan tersebut dianggap telah memenuhi kriteria properti berwawasan lingkungan.

Baca juga: BI: KPR Masih Menjadi Pilihan Utama Masyarakat dalam Membeli Properti

Kedua, dalam hal permukiman/bangunan belum memiliki sertifikasi kawasan hijau maka penilaian dilakukan per unit bangunan dengan ketentuan sebagai berikut. Bangunan kurang dari 2500 meter persegi bisa dilakukan oleh bank dengan menggunakan aplikasi yang disediakan lembaga yang diakui.

Kalau luas bangunan lebih dari 2500 meter persegi, penilaian pemenuhan kriteria dilakukan melalui sertifikasi bangunan hijau oleh lembaga yang diakui. Sedangkan bangunan yang dibangun oleh pengembang, penilaian dilakukan oleh lembaga yang diakui. Pengembang yang harus mengajukan sertifikasi.

Ketiga, rasio LTV untuk kredit properti dan rasio FTV untuk pembiayaan properti pada properti yang berwawasan lingkungan diberikan tambahan keringanan rasio LTV/FTV sebesar lima (5) persen dari rasio LTV/FTV dari yang sudah diberikan.

Hunian Berwawasan Lingkungan, Konsumen Hanya Perlu Membayar DP Rumah 5-10 Persen

Jika melihat data yang diberikan oleh Bank Indonesia, maka mereka ingin membeli rumah tapak atau landed house dengan tipe 70, hanya perlu membayar uang muka 10 persen. Sedangkan untuk tipe rumah 21-70, konsumen hanya perlu membayar uang muka 5 persen.

Untuk konsumen yang membeli rumah susun tipe 70, dia membayar uang muka 10 persen. Sedangkan untuk pembelian rumah susun tipe 21 dan 21-70, konsumen hanya perlu membayar uang muka 5 persen.

Buat kamu yang berencana membeli rumah, jangan lupa untuk mencari hunian yang berwawasan lingkungan. Kamu bisa membelinya dengan hanya membayar uang muka 5 persen pada 2 Desember 2019.

Baca juga: 22,5 Persen Orang Indonesia Pilih Properti Sebagai Investasi, Kamu Termasuk Ga?

Bagikan: 1858 kali