Ilustrasi Kereta Listrik (Foto: Rumah123/REA Group Australia)

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) akhirnya membatalkan rencana pengadaan commuter line atau kereta listrik (KRL) premium. Hal ini dilakukan setelah munculnya penolakan dari masyarakat. KCI sendiri merupakan anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI).

Sebelumnya, PT KCI melalui situs resminya mengumumkan rencana pengadaan KRL premium. KRL premium memiliki kursi tersendiri dan tidak berhenti di setiap stasiun. Harga tiketnya direncanakan tidak lebih dari Rp20.000.

Rencana ini memunculkan penolakan dari masyarakat. Salah satunya adalah Komunitas Jakarta by Train yang kemudian mengirimkan surat terbuka kepada Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. Protes juga dilontarkan oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Baca juga: Adhi Karya Bangun Rusunami Terintegrasi Stasiun Cisauk

Alasan yang diungkapkan mulai dari rencana pengadaan sudah didiskusikan dengan pihak terkait, cara membedakan penumpang KRL premium dan reguler, serta dampak bagi KRL reguler.

YLKI memberikan masukan kalau tidak ada perbedaan kelas dalam transportasi massal. Kalau diberlakukan, hak konsumen berpotensi dilanggar.

Setelah penolakan terus membesar, PT KCI berjanji akan mendengarkan masukan masyarakat sebelum memberlakukan KRL premium pada 2019. Namun, akhirnya rencana itu dibatalkan usai memperoleh masukan dan juga setelah berkonsultasi dengan sederetan pihak terkait.

Baca juga: Lahan Parkir Jadi Rusun TOD, Penumpang Commuter Line Ga Akan Kembali Gunakan Kendaraan Pribadi?

“Dari hasil tersebut, PT KCI memutuskan untuk membatalkan rencana pengoperasian KRL Premium,” ujar VP Komunikasi Perusahaan PT KCI Eva Chairunisa seperti dilansir oleh Kompas.com.

PT KCI bakal mengoptimalkan dan meningkatkan pelayanan dalam bentuk satu kelas layanan yang sudah berjalan selama lebih dari lima tahun terakhir. KCI juga akan melaksanakan beragam inovasi agar layanan menjadi lebih baik.

Nah, buat kamu yang sedang cari rumah, buruan cari rumah yang terkoneksi commuter line. Jalurnya beragam lho. Ada empat jalur dari Jakarta. Ada jalur Jakarta-Bogor dan Nambo, Jakarta-Bekasi-Cikarang, Jakarta-Rangkasbitung, dan Jakarta-Tangerang.

Baca juga: Perum Perumnas Bangun Mahata Serpong, Hunian TOD di Rawa Buntu

Bagikan: 866 kali