Foto: Rumah123/Ist

Tahu gak? Saat ini di negara-negara maju menggunakan gipsum untuk dinding rumah. Jadi, gipsum tak sebatas untuk pfafon rumah saja.

"Kalau di Eropa, dinding itu tidak semata-mata harus kokoh, tetapi juga harus bisa menahan udara di luar," ujar Managing Director PT Saint-Gobain Construction Products Indonesia, Hantarman Budiono, di Jakarta, seperti dikutip dari Kompas.com, Rabu (2/8).

Negara-negara di Eropa mengalami 4 musim dalam setahun, jadi dinding pemisah haruslah yang mampu menahan terpaan 4 musim tersebut.

Baca juga: Gedung Kantor Paling Banyak Gunakan Gipsum, Alasannya Apa Ya?

"Bagaimana dinding itu jadi pemisah antara lingkungan di luar dan habitat di dalam. Kalau musim panas, panasnya tidak masuk ke dalam dan kalau musim dingin, dinginnya juga tidak masuk ke dalam," kata Hantarman.

Selain untuk hunian, kata dia, gipsum juga digunakan untuk bangunan yang lain, misalnya rumah sakit.

Selain mampu menahan udara luar masuk ke hunian, gipsum juga memiliki kelebihan lain yakni ramah lingkungan, terutama penggunaan air sebagai bahan utama. Dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangan kota yang begitu pesat, ketersediaan air yang terbatas menjadi permasalahan tersendiri.

"Gipsum hanya memakai air yang sangat sedikir. Penggunaan material juga sumbernya recycle, jadi sangat ramah lingkungan," kata Hantarman.

Baca juga: Penggunaan Gipsum pada Bangunan Lebih Irit dan Cepat

Nah, bagaimana kalau di Indonesia? Negeri kita merupakan beriklim tropis yang sinar mataharinya melimpah. "Tembok adalah penghantar panas terbaik di dalam rumah dan panasnya tetap bertahan di dalam tembok sampai jam dua pagi," ujar Hantarman.

Di Eropa meski sinar matahari jarang, tapi saat musim panas, udaranya juga panas. Mereka harus menghalau panas masuk ke dalam rumah.

"Kalau dibandingkan dengan di Eropa, mereka (rumah) pakai tembok, tapi dilapisi dengan gipsum. Mereka batasi tembok itu sehingga panas matahari tidak ditransfer ke ruangan," kata Hantarman.

Baca juga: Katanya, Orang Indonesia Jarang Pakai Gipsum untuk Dinding

Ia menambahkan, rumah-rumah di Eropa juga memiliki plafon yang lebih tebal dibandingkan di Indonesia. Tujuannya, supaya panas dari genteng tidak berpindah ke dalam ruangan.

Pemanfaatan gipsum di Eropa bukan semata-mata sebagai penambah estetika hunian, tetapi juga memiliki fungsi. Ketika cuaca panas, ruangan yang menggunakan tembok gipsum tidak terlalu panas.

Begitu pula saat cuaca dingin, maka udara dingin tersebut tidak masuk ke dalam rumah. Penggunaan pemanas dan pendingin ruangan jadi berkurang, sehingga bisa lebih hemat listrik, katanya lagi.

 
Bagikan: 2370 kali