Kuala Lumpur, Malaysia (Rumah123/iStockphoto)

Laman pencarian apartemen asal Amerika Serikat, Rentcafe melansir kalau Kuala Lumpur (KL) menjadi kota dengan sewa termurah di dunia. Para penyewa hanya perlu mengeluarkan 20 persen pendapatannya untuk menyewa.

Pendapatan rata-rata karyawan di ibu kota Malaysia ini mencapai 22.400 dollar AS (Rp301 juta) per tahun, sementara rata-rata sewa hunian per tahun hanya 4.500 dollar AS (Rp60 juta) per tahun. Rentcafe melansir hal ini berdasarkan riset yang dibuat oleh perusahaan konsultan PricewaterhouseCoopers.

Baca juga: Kenaikan Capai Dua Digit, Pertumbuhan Pasar Hunian Mewah Melambat

PricewaterhouseCoopers melakukan riset untuk mengetahui besaran pendapatan pekerja dan juga besar sewa hunian di sebuah kota. Riset ini dilakukan di 30 kota besar dunia yang berada di lima benua.

Konsultan asal Inggris ini mengungkapkan berapa rata-rata penghasilan pekerja di sebuah kota, rata-rata harga sewa hunian, dan rasio dari gaji yang dihabiskan untuk sewa hunian.

Baca juga: Gaji Kecil, PHK, dan Inflasi Bikin Penjualan Hunian Turun Drastis

Walau pun diklaim murah, ternyata para penyewa di Kuala Lumpur malah mengatakan hal yang sebaliknya. Harga sewa tergolong tinggi.

“Lokasi menjadi patokan harga sewa di Kuala Lumpur. Apartemen yang memiliki akses mudah ke LRT (Light Rapid Transit) dan stasiun kereta akan dikenakan tarif tinggi,” ujar Chia Man Weng kepada Free Malaysia Today.

Baca juga: Badai Besar Datang, Industri Properti Bakal Terancam?

Chia Man Weng harus membayar 1.200 Ringgit Malaysia (Rp3,8 juta) untuk menyewa satu unit apartemen. Sementara Nur Ihsan Fadhlina Azizan mengisahkan kalau dia harus berbagi kamar dengan orang lain sebagai penghematan. Dia hanya bisa menyewa sebuah kamar seharga 2.300 Ringgit Malaysia (Rp7,3 juta) dengan fasilitas tidak lengkap.

“Saya mendapatkan harga sewa hunian yang lebih murah dengan berbagi kamar, tetapi bahkan kamar ini juga tidak memiliki perabotan lengkap,” kata Nur Ihsan.

Baca juga: Di Sini Ada 625 Ribu Orang yang Punya Rumah Seharga Rp17,5 Miliar! Mau Gabung Ga?

Sementara pemilik apartemen, Selvaraju yang biasa menyewakan hunian miliknya menyatakan ada hal lain selain lokasi yang menjadi penentu harga. Hal itu adalah permintaan dan pasokan.

“Untul area seperti Petaling Jaya dan Brickfields, harga untuk kamar terentang dari 1.200 Ringgit Malaysia (Rp3,8 juta) hingga 1.400 Ringgit Malaysia (Rp4,4 juta), sudah bisa didapatkan. Sementara untuk rumah paling tinggi sekitar 3.000 Ringgit Malaysia (Rp9,5 juta),” kata Selvaraju.

Baca juga: Harga Sewa Hunian Jakarta Lebih Mahal dari Hong Kong?

Sejumlah pengamat properti Malaysia juga menyatakan kalau harga properti di Kuala Lumpur juga termasuk mahal. Kalau menurut pendatang, tentunya murah.

By the way, kalau kamu menjadi pekerja di Malaysia (bukan buruh kasar tentunya ya), kan kamu tergolong pendatang, apakah harga sewa hunian di Kuala Lumpur juga tergolong murah?

Baca juga: Sewa Hunian di KL Paling Murah di Dunia? Mau Pindah Gak??

Kalau iya, ada keinginan untuk pindah pekerjaan nggak? Siapa tahu kamu bisa mendapatkan hunian yang lebih murah dari Jakarta.

Bagikan:
1073 kali