Atap baja ringan, bisa dibilang lebih banyak dipilih sebagai material pembangunan rumah kekinian. Sebab, baja ringan dipercaya lebih menguntungkan dari beberapa aspek dibandingkan dengan rangka atap kayu.

atap baja ringan - rumah123.com

Tapi bukan berarti atap baja ringan tak memiliki kekurangan. Apabila kamu salah satu yang mau membangun rumah dengan baja ringan, sebaik ketahui dulu kelebihan dan kekurangannya terlebih dahulu. Dengan begitu, kamu bisa memahami konstruksi rumahmu lebih mendalam lagi. Yuk, kita simak bersama-sama 5 kelebihan dan kekurangan dari baja ringan berikut ini!

5 kelebihan yang ditawarkan atap baja ringan

Anti karat dan anti rayap

Baja ringan memiliki sifat yang anti rayap, berbeda dengan atap kayu. Tak hanya itu, baja ringan juga terbuat dari material logam yang anti karat. Dengan begitu, perawatannya menjadi lebih mudah.

Lebih murah dibandingkan kayu

Lantaran semakin langka, harga kayu mengalami fluktuasi tajam. Sedangkan baja ringan masih mudah dicari, sehingga harganya pun tak mengalami fluktuasi. Kalau dibandingkan dengan atap kayu, baja ringan tentunya punya harga yang lebih murah.

Baca juga: Rangka Atap Baja Ringan Vs Kayu, Lebih Baik yang Mana?

Proses pemasangan mudah

Begitu juga dari segi pemasangan, rangka baja ringan lebih mudah proses pemasangannya. Kemudahan ini berdampak pada kecepatan waktu dan biaya pengerjaan. Lantaran mudah, proses pengerjaan pun bisa selesai dalam waktu singkat. Biayanya pun otomatis akan semakin murah.

Punya sifat yang lentur

Selain material kayu, baja ringan juga kerap dibandingkan dengan baja konvensional. Dalam hal kelenturan, baja ringan jauh lebih lentur ketimbang baja konvensional. Tegangan tarik baja ringan cukup tinggi, yaitu sekitar 550 Mpa, sedangkan baja konvensional hanya 300 Mpa. Karena sifat lentur ini, baja ringan bisa menyerap energi dalam jumlah lebih besar. 

Daya tahan jangka panjang

Baja ringan punya kualitas daya tahan yang sangat baik lantaran tak mudah lapuk ataupun mengalami penyusutan. Ditambah lagi, walaupun lebih lentur dari baja konvensional, baja ringan tetap kokoh untuk menahan kestabilan bangunan dibandingkan dengan kayu. 

5 kekurangan dari atap baja ringan

Kurang fleksibel untuk profil rumah tertentu

Dibandingkan dengan kayu, tingkat kelenturan baja ringan memang lebih rendah. Kayu memiliki tingkat fleksibilitas tinggi sehingga bisa dibentuk sedemikian rupa untuk menyesuaikan keinginan penggunanya. Hal ini akan sulit diimplementasikan pada rumah dengan rangka atap baja ringan. Ada beberapa profil rumah yang sulit untuk dibentuk dengan baja ringan.

Baca juga: Serba-Serbi Lantai Kayu: Kelebihan, Kekurangan, Hingga Harganya

Mudah terbawa angin

Biasanya, setiap bagian baja ringan akan disambung menggunakan baut. Inilah yang menjadi kelemahan baja ringan. Ketika ada angin kencang, sambungan tersebut bisa berisiko terlepas dan terbawa angin. Untuk itu, baja ringan kurang cocok digunakan sebagai konstruksi rumah yang berlokasi di daerah banyak angin.

Mengurangi nilai estetika

Estetika baja ringan akan sangat bergantung pada penutupnya. Apabila penutup atap berbobot berat, maka kerapatan konstruksi atap akan semakin rapat. Hal ini kerap membuat estetika bangunan berkurang.

Proses pembuatannya tak ramah lingkungan

Apabila dilihat dari segi berkelanjutan, baja ringan bisa mencemari lingkungan. Berbeda dengan kayu yang cenderung lebih ramah lingkungan karena terbuat dari material organik. 

Bisa berakibat fatal jika salah hitung

Material baja ringan memiliki struktur jaringan, sehingga semuanya harus dihitung dengan matang. Apabila terjadi salah perhitungan, bisa-bisa atap yang telah dibangun tidak memenuhi syarat keamanan. Akhirnya mau tak mau semua harus diulang dari awal.

Bagikan: 6562 kali