jenderal benny moerdani

Jenderal Benny Moerdani sering dicap anti Islam. Namun, ia pernah berwasiat kalau ingin meninggal dalam keadaan Islam dan dikafani.

Mendiang Jenderal (Purn) Leonardus Benyamin atau Benny Moerdani merupakan legenda militer yang sangat dikagumi  dan ditakuti.

Dia dianggap sebagai orang dekat Presiden Soeharto pada masa Orde Baru terutama pada era 1980-an dan 1990-an.

Sepak terjangnya dalam dunia militer dan intelijen juga tidak perlu diragukan lagi.

Ia turut serta dalam operasi menangani pembajakan pesawat Garuda Indonesia 206 di Bandara Don Mueang, Bangkok, Kerajaan Thai pada 28 Maret 1981. 

Peristiwa ini tercatat sebagai pembajakan pesawat pertama sekaligus ancaman terorisme bermotif jihad pertama di Indonesia.

Jenderal yang beragama Katolik sering dianggap anti Islam dan dikaitkan dengan beberapa kejadian.

Misalnya, tragedi Tanjung Priok di tahun 1984 yang menewaskan ratusan umat Islam. 

Lalu, kebijakan Jenderal Benny Moerdani dalam internal TNI yang menyebut bahwa perwira dengan latar belakang santri akan sulit untuk naik jabatan. 

Kendati demikian, terlepas dari itu semua, rupanya ia punya wasiat unik untuk kematiannya. 

Dia ingin dimakamkan dalam keadaan Islam dan dikafani. Kok bisa? Simak ulasannya berikut ini.

Wasiat Jenderal Benny Moerdani ingin Meninggal Islam dan Dikafani

Jenderal Benny Moerdani Sumber: Detik.com

Melansir Tirto.id, dalam buku Keputusan Sulit Adnan Ganto menceritakan wasiat Jenderal Benny Moerdani di atas makam orang tuanya di Solo.

“Nan, saya kasih tahu kamu, ya, siapa tahu kamu lihat saya pada saat saya meninggal. Tolong kamu atur, supaya saya dimandikan secara Islam. Dikafani,” ujar Benny.

Mendengar itu, Adnan mengkonfirmasi sebulan kemudian kepada sang jenderal dan istrinya.

Saat itu, ia justru menambahkan agar istrinya, Hartini Moerdani juga ikut membaca surat Yasin.

“Kalau saya dikafani secara Islam, kamu (istrinya) baca [surat] Yasin, kalau Tina (istri Adnan) ada, dia baca syahadat 25 kali,” kata sang jenderal.

Wasiat itu terlaksana dengan menuntun Jenderal Benny Moerdani membaca dua kalimat syahadat saat meninggal, 29 Agustus 2004.

Memiliki Latar Belakang Keluarga dengan Agama Islam yang Kuat

Rupanya, latar belakang keluarga Jenderal Benny Moerdani cukup dekat dengan Islam.

Ayahnya Raden Bagus Moerdani Sosrodirjo merupakan orang Jawa Islam sekaligus guru agama.

Dia juga tercatat sebagai keturunan ketujuh Kanjeng Datuk Kyai Suleman, pengajar Islam dan kepala desa di Sumbawa. 

Raden Moerdani memiliki mantan istri dan anak yang beragama Islam, sebelum menikah dengan Ibunda Benny dan pindah ke Katolik.

Namun, pengaruh Islam masih kental karena kakek dan nenek serta seluruh keluarga besarnya adalah muslim.

Itulah kisah Jenderal Benny Moerdani yang disebut anti Islam namun meninggal dikafani.

Temukan artikel menarik lainnya hanya di artikel.rumah123.com.

Dapatkan kemudahan untuk memenuhi kebutuhan properti, seperti The Zora di Rumah123.com yang selalu #AdaBuatKamu.

Bagikan:
262 kali