15035024_690844171092679_8281280718642872320_n Singgih Susilo Kartono (Rumah123/Sarasvati)

Kamu pasti pernah melihat Radio Magno dan sederetan produk kayu ini kan? Mungkin melihatnya di televisi atau ketika berselancar di dunia maya. Keren ‘kan?

Produk radio dengan material kayu sebagai pelapis bagian luarnya ini memang benar-benar fungsional menurut kreatornya, desainer produk Singgih Susilo Kartono.

Baca juga: Keren Banget! Stadion Eco-Friendly Terwujud Berkat Bos Visioner

Singgih menyatakan desain produknya sering dianggap salah kaprah karena dianggap produk retro karen desainnya. Padahal menurut lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung pada 1992, desain yang baik adalah yang simpel dan fungsional.

“Desain yang bagus itu timeless, desainnya basic, sederhana, punya detail bagus, dan fungsional,” ujar Singgih Susilo Kartono kepada Rumah123 saat dijumpai di Gedung Olveh, Jakarta Barat pada Kamis (24/11).

Baca juga: Rumah Ramah Lingkungan? Gimana Caranya Sih?

Singgih terpilih menjadi salah satu dari tiga talenta kretif dalam acara Olveh Flagship. Singgih menjadi talenta kreatif di bidang desain. Pameran ketiga talenta kreatif ini juga diselenggarakan di Gedung Olveh hingga 10 Januari 2017.

Radio Magno ini pun memberikan banyak penghargaan bagi Singgih mulai dari Indonesia, Amerika Serikat, Jepang, dan lainnya.

Baca juga: Keren Nih, Bangkok Berubah Lebih Hijau Berkat Thailine

Produk ini sudah dipasarkan ke seluruh dunia kecuali Afrika dan Timur Tengah. Negara yang menjadi pasar Magno adalah Amerika Serikat, Brasil, hampir semua negara Eropa, Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, Singapura, Australia, dan Selandia Baru.

Singgih memang suka memanfaatkan bahan-bahan alam untuk membuat produk yang didesainnya. Dia menggunakan material kayu untuk radio magno dan juga sederetan alat kantor, serta material bambu untuk spedagi.

Baca juga: Canggih Nih, Ada Rumah Agritecture di Vietnam

Dia memilih menggunakan material alam karena ingin mengajak penduduk desa tempat ia tinggal di Temanggung, Jawa Tengah sekaligus menjadi bagian dari perusahaan Magno Piranti Works.

Saat ini, Magno mempekerjakan lebih dari 40 warga desa sebagai pengrajin dan hanya menggunakan sekitar 80 pohon per tahun. Setiap pengrajin hanya memakai dua pohon per tahun. Sejak beroperasi, Magno hanya mengonsumsi material kayu kurang dari 0,5 hektar hutan.

Baca juga: Stadion Baru Sacramento Kings yang Ramah Lingkungan

Singgih juga memanfaatkan Magno sebagai sarana untuk menciptakan kesadaran penggunaan sumber daya alam berkelanjutan dengan pembibitan pohon sendiri.

Sejak 2008, Singgih telah mendistribusikan sekitara 1000 pohon muda setiap tahun kepada warga untuk ditanam di lahan mereka. Lewat cara ini, terjadi peningkatan populasi pohon antara 10 hingga 15 hektar hutan.

Baca juga: Seperti Apa ya, Rumah Kolonial yang Punya Sistem Irigasi Sendiri

By the way, mau memiliki Radio Magno ini untuk ditempatkan di rumah kamu, cek saja laman resminya magno-design.com.

Bagikan: 1495 kali