desain masjid

Masjid Kauman dan Masjid Agung Demak memiliki rancangan desain masjid yang sarat filosofi arsitektur Jawa. Seperti apa rancangan keduanya? 

Bagi yang pernah berwisata ke Keraton Yogyakarta, mungkin sempat mampir ke Masjid Kauman. 

Masjid ini terletak tidak jauh dari keraton, lokasinya di sebelah barat alun-alun utara, kraton Yogyakarta memang memiliki dua alun-alun. 

Masjid Gedhe Kauman berdiri pada 1773 pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono I. 

Masjid yang dirancang oleh Kyai Wiryokusumo ini bisa diklaim sebagai masjid tertua di Yogyakarta.

Desain Masjid Kauman Mirip Bangunan Jawa 

desain masjid

Desain masjid ini memang unik karena berupa bangunan Jawa, sepintas memang mirip bangunan Keraton Yogyakarta.

Atap masjid bersusun tiga, tanpa kubah, sementara masjid berdesain terbuka dan tanpa dinding. 

Ada 36 tiang yang menyangga atap masjid, empat di antaranya merupakan tiang penyangga utama. 

Tiang yang sudah berusia ratusan tahun ini tanpa sambungan lho, ini merupakan salah satu kearifan arsitektur vernakular. 

Pada tiang ada relief yang mengisahkan masuknya agama di tanah Jawa mulai dari Hindu, Budha, Islam, dan Kristen. 

Selain itu, ada juga kaligrafi bertuliskan lafadz Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW pada dinding.

Hiasan ini tidak hanya memperindah desain Masjid Kauman, tetapi juga sarat makna simbol Islam.

Desain atap masjid ini  bersusun tiga, sepintas mirip susunan piramid yang memiliki filosofi hakikat, syariat, dan makrifat. 

Setiap orang yang ingin mencapai kesempurnaan hidup baik dunia dan akhirat harus melalui tiga tahapan ini.

Rancangan desain ini tentunya menjadi filosofi masjid sebagai bangunan keagamaan yang juga memasukkan unsur lain. 

Masjid Gedhe Kauman ini memiliki luas sekitar 2.500 m2 yang terdiri dari bagian ruang salat utama dan juga serambi masjid.

Kompleks masjid ini juga mencakup rumah imam masjid, kantor sekretariat, perpustakaan, kamar mandi, halaman, taman pemakaman, dan lainnya.

Masjid Kauman Memiliki Ciri Arsitektur Masjid Jawa 

desain masjid

Sebenarnya, Masjid Kauman didesain dan dibangun dengan tipikal arsitektur bangunan keagamaan di Jawa. 

Atap dengan tiga lapis, tidak adanya menara, dan memiliki serambi, hal yang tidak ada pada desain masjid lain. 

Masjid ini juga dibangun dengan dikelilingi oleh tembok, memiliki serambi yang menjadi fitur dasar arsitektur Jawa. 

Simbol Jawa lainnya dapat terlihat di tanah lapang di depan masjid, sejumlah pohon ditanam di di depannya. 

Masjid Kauman menjadi salah satu masjid arsitektur Jawa, selain Masjid Agung Demak di Demak Jawa Tengah. 

Selain itu, ada juga Masjid Mantingan di Jepara, Jawa Tengah yang memiliki ciri arsitektur masjid Jawa. 

Masjid ini berdiri pada 1559 pada masa pemerintahan Kesultanan Demak, ciri khas masjid Jawa adalah memiliki mustaka. 

Mustaka atau kubah khas Jawa ini menjadi salah satu ciri khas desain masjid Jawa, sementara contoh lain masjid Jawa masih banyak. 

Masjid Agung Demak, Salah Satu Masjid Tertua di Indonesia 

desain masjid

Masjid Agung Demak juga memiliki ciri khas arsitektur masjid Jawa yang memiliki atap khas, berlapis dan tidak memiliki kubah. 

Raden Patah diperkirakan menjadi pendiri masjid ini, dia adalah raja pertama dari Kesultanan Demak yang memerintah pada abad ke-15.  

Dari sejumlah sumber, masjid ini diperkirakan mulai dibangun pada 1401 dan selesai 1479 silam. 

Masjid Agung Demak ini memang bisa dikatakan salah satu masjid tertua di Indonesia seiring penyebaran Islam. 

Ketika Islam masuk ke Indonesia, sejumlah masjid kemudian berdiri dan beberapa di antaranya bertahan hingga sekarang. 

Sejumlah masjid tertua di Jawa berada di daerah pesisir seperti Surabaya, Jepara, Rembang, dan Banten yang berdiri pada awal abad 15 dan 16. 

Sejumlah kalangan meyakini kalau Wali Songo yang menyebarkan Islam di Jawa sering berkumpul di masjid ini. 

Desain Masjid Agung Demak Jadi Contoh Arsitektur Jawa 

desain masjid

Masjid Agung Demak ini telah mengalami sejumlah renovasi, ya maklum saja kalau dibangun lebih dari 500 tahun lalu. 

Namun, sejumlah kalangan mengklaim kalau sebagian besar bentuk masjid ini masih dalam bentuk asli. 

Desain masjid ini menjadi contoh klasik dari desain tradisional masjid Jawa yang dibuat dari kayu, bukan tembok. 

Masjid ini tidak memiliki kubah, fitur kubah baru muncul pada masjid di Indonesia pada abad ke-19. 

Selain itu, bangunan masjid ini juga ditopang oleh empat tiang, hal ini juga menjadi ciri khas bangunan Jawa. 

Nah, menarik juga melihat arsitektur dan desain masjid yang pertama kali berdiri di Indonesia yang berbeda dengan saat ini. 

Situs properti Rumah123.com selalu menghadirkan artikel-artikel menarik mengenai arsitektur dan desain masjid.

Baca juga: 3 Masjid Unik di Dunia, Salah Satunya Dibangun Pada Abad ke-9

Bagikan:
2125 kali