desain atap unik

Atap rumah ini mempunyai desain atap unik lantaran memadukan genteng dengan sangkar burung. Lucu juga ya ada sangkar burung seperti ini.

Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyatakan bahwa saat ini, sebanyak 55% (persen) dari populasi dunia tinggal di kawasan urban. 

Orang mulai bermigrasi ke kota besar lantaran peluang pekerjaan lebih menjanjikan dibandingkan di desa. 

Dampaknya manusia dan hewan harus hidup berdampingan di kawasan urban atau perkotaan yang sempit. 

Jangan heran kalau ular bisa ditemukan di kota-kota di Afrika Selatan atau harimau di kawasan urban di India. 

Kalau kamu tinggal di Jakarta, kamu akan menemukan anjing, kucing, tupai, musang, ular, burung, dan lainnya. 

Burung menjadi hewan yang mudah ditemukan di seluruh dunia. Biasanya kamu sering menjumpai burung merpati atau burung gereja. 

Hal yang sama juga bisa dijumpai di Turki. Orang bisa menjumpai burung yang beterbangan di mana-mana. 

desain atap unik

Desain Atap Unik Berawal Dari Menurunnya Populasi Burung 

Biro desain produk asal Belanda, Klaas Kuiken merilis desain atap unik yang juga berfungsi sebagai sangkar burung.

Klaas Kuiken terinspirasi untuk membuat desain atap unik ini untuk mengatasi menurunnya populasi burung di kawasan urban, 

Gagasan tersebut kemudian diwujudkan oleh Hitit Terra, sebuah perusahaan produsen terakota di kota Corum, Turki. 

Corum merupakan sebuah kota kecil dengan penduduk sekitar 231 ribu jiwa. Kota ini berjarak sekitar 244 kilometer dari ibu kota Turki, Ankara. 

Hitit Terra mulai membuat produk atap rumah sekaligus sangkar burung ini untuk masyarakat setempat. 

Mahmoud Basic yang menjadi direktur regional untuk taman nasional di Turki menyatakan kalau atap tersebut akan diproduksi. 

Setelah itu, produk atap unik ini akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat di sekitar kota. 

desain atap unik

Ada 5 Desain Atap Unik yang Diproduksi 

Founder Hitit Terra, Cengiz Basaranhincal dan Ali Arslan menceritakan ide awal memproduksi sarang burung tersebut. 

Awalnya, mereka melihat desain atap unik tersebut di sosial media. Mereka terkesan dengan desainnya. 

Namun, harga untuk desain atap unik ini saat dipasarkan secara daring (dalam jaringan) alias online mencapai USD 70. 

Harganya yang mencapai USD 70 (Rp980 ribu) per buah dengan menggunakan nilai tukar Rp14.000. 

Ali menyatakan harga jual atap dengan desain unik ini terlalu mahal untuk dipasarkan kepada publik. 

Lantaran hal itu juga membuat Hitit Terra untuk membuat produk sendiri yang ditujukan untuk pasar lokal. 

Atap dengan desain unik ini sudah diuji coba oleh Badan Konservasi Afyon dan Direktorat Regional Taman Nasional. 

Desain atap unik ini sudah dirancang ulang demi memenuhi permintaan pasar yang menginginkan produk sesuai kebutuhan. 

Produsen akan merilis 4-5 desain sangkar burung berbeda untuk mengakomodasi spesies burung yang berlainan. 

desain atap unik

Desain Atap Unik Sudah Ada Sejak Zaman Khilafah Utsmaniyah 

Sebenarnya, sangkar burung unik dan juga desain atap unik sudah ada sejak lama dan bisa dilacak dari sejarah Turki masa lalu. 

Pada masa pemerintahan Kekhalifahan Utsmaniyah (1299-1923), orang Turki akan membangun rumah mungil untuk burung. 

Kekhalifahan Utsmaniyah ini juga dikenal dengan Kekhalifahan Ottoman yang menguasai Asia, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika Utara. 

Saat itu, orang Turki tidak hanya membuat sangkar hewan, tetapi juga memberikan bantuan harta benda bagi mereka yang membangunnya.  

Jadi sudah sejak dulu, masyarakat Turki hidup berdampingan dengan burung-burung. Namun, saat ini, sarangnya memang berbeda. 

Bentuk sarang burungnya mengikuti desain atap unik yang selaras dengan atap rumah yang sudah ada. 

Hmm, kira-kira kalau produk ini dipasarkan di Indonesia, kamu mau membelinya nggak? Atau malah impor saja dari Turki ya?

Baca juga: Berapa Luas Atap Rumah? Yuk, Hitung dengan Cara Ini!

Bagikan:
1662 kali