tmii-soeharto-dan-ibu-tien Sumber: Tribunnews.com

Nama keluarga Soeharto sepertinya tidak pernah ada habisnya untuk dibahas.

Setelah sebelumnya membahas makam Soeharto, Astana Giribangun yang berlokasi di Karanganyar, Jawa Tengah.

Kini terdapat fakta unik mengenai beberapa aset harta kekayaan keluarga Soeharto yang terpaksa disita oleh Negara karena alasan tertentu.

Bahkan nilainya mencapai triliunan Rupiah loh!

Yuk, langsung aja kita simak deretan aset keluarga Soeharto yang disita oleh pemerintah, melansir dari Kompas.

1. Taman Mini Indonesia Indah (TMII)

aset keluarga soeharto 1 (RRI)

Aset harta kekayaan yang baru-baru ini disita oleh negara pada awal tahun 2021 lalu adalah Taman Mini Indonesia Indah.

Seperti yang kita ketahui, TMII merupakan tempat wisata edukasi terpadu dengan beragam permainan yang terbilang lengkap.

Mulai dari Keong Mas, rumah adat dari seluruh Indonesia, kereta gantung hingga istana anak-anak yang ikonik.

Taman Mini Indonesia Indah sendiri sudah dikelola oleh Yayasan Harapan Kita milik keluarga cendana selama kurang lebih 44 tahun.

Diresmikan pada tanggal 25 April 1975, TMII memiliki luas area mencapai 150 hektar.

Melalui Perpres Nomor 19 Tahun 2021, pemerintah mengambil alih pengelolaan karena pihak pengelola sebelumnya tidak membayar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) kepada negara.

Menurut Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), nilai aset TMII sendiri diperkirakan mencapai Rp20,5 triliun berupa tanah.

2. Properti berupa gedung dan villa

aset keluarga soeharto 2 (Bisnis)

Selanjutnya ada aset properti berupa gedung dan villa.

Pemerintah menyita gedung Granadi yang berlokasi di Setiabudi, Jakarta Selatan serta villa di kawasan Megamendung pada tahun 2018 lalu.

Kedua aset tersebut sebelumnya dikelola Yayasan Supersemar yang didirikan oleh Soeharto pada tahun 1974 yang lalu.

Proses penyitaan bermula ketika pemerintah menggugat Soeharto dan Yayasannya tersebut karena diduga melakukan penyalahgunaan dana beasiswa Yayasan Supersemar.

Dana yang seharusnya diberikan kepada pelajar justru diberikan kepada beberapa perusahaan.

Lalu pihak Soeharto dan Yayasan Supersemar diwajibkan untuk membayar sekitar Rp4,4 triliun kepada negara.

Dan pada akhirnya kedua aset itupun disita.

3. Uang, rekening dan kendaraan

aset keluarga soeharto 3 (Pixabay)

Aset keluarga Soeharto terakhir yang disita oleh negara adalah uang dan rekening.

Selain menyita gedung dan vila yang dikelola oleh Yayasan Supersemar.

Pemerintah melalui Kejaksaan Agung RI telah menyita uang sekitar Rp242 miliar dari hasil eksekusi.

Bukan cuma uang, terdapat 113 rekening berupa deposito dan giro, 2 bidang tanah dengan total seluas 16 hektar di Jakarta dan Bogor, serta 6 unit kendaraan roda empat.

Jika dijumlahkan,  maka total nilai aset yang disita oleh negara mencapai Rp20 triliun lebih.

Itulah deretan aset kekayaan milik keluarga Soeharto yang disita oleh negara.

Jika kamu sedang mencari rumah, apartemen, tanah atau yang lainnya di marketplace properti tepercaya dan aman, bisa mengunjungi laman Rumah123.com untuk mendapatkan penawaran terbaik.

Dan jangan sampai ketinggalan untuk mendapatkan berita dan tips terbaru mengenai dunia properti dalam negeri serta mancanegara di artikel Rumah123.com.

Bagikan:
294 kali