Pengendara sepeda motor melintasi jalan raya Margonda, Depok, Jawa Barat. Foto: Rumah123/Jhony Hutapea Pengendara sepeda motor melintasi jalan raya Margonda, Depok, Jawa Barat. Foto: Rumah123/Jhony Hutapea

Sudah sejak lama Jakarta menjadi "kota harapan" bagi masyarakat Indonesia. Konon, Jakarta menjanjikan pekerjaan dan penghasilan yang memukau. Tingkat urbanisasi, terutama pasca-lebaran, akhirnya pun terus terjadi setiap tahunnya.

Sebagian besar sudah merasakan "mimpi" yang ditawarkan Jakarta tersebut. Sebagian lainnya, masih harus berjuang keras menggapai angannya di ibu kota ini. Ya, alih-alih masih berjuang, mereka pun enggan meninggalkan Jakarta sebelum asanya mewujud nyata.

Dampak lanjutan kondisi seperti ini adalah membludaknya penduduk Jakarta. Beralasan ingin dekat dengan tempat mencari nafkah, hunian di Jakarta begitu sesaknya.

Tak hanya sesak, harga properti layak huni di Jakarta juga kian melambung. Permintaan yang sangat tinggi, sementara berbanding terbalik dengan kesediaan lahan untuk membangun hunian baru.

Menyerah, sebagian orang mulai mengalihkan hasratnya dekat dengan Jakarta, ke daerah pinggiran kota. Bukan asal pinggiran, kemudahan akses menuju Jakarta tetap jadi pertimbangan utama. Adalah Jabodetabek yang lantas mencuat dengan sebutan daerah penyangggah.

Melirik Kota Depok

Berbatasan langsung dengan Jakarta Selatan, Depok menjelma sebagai salah satu daerah utama hunian para pekerja Jakarta. Mengekor Jakarta, perkembangan fasilitas umum dan hiburan di kota administratif ini cukup pesat.

"Apa sih yang ga ada di Depok sekarang?" Begitu celetukan Dita (24 tahun) yang ditemui Rumah123 di Depok.

Sekolah bertaraf nasional dan internasional, perguruan tinggi, rumah sakit, juga pusat perbelanjaan dan hiburan mudah ditemui. Melintasi gerbang bertuliskan "Selamat Datang di Kota Depok" di kawasan Jalan Margonda, Anda akan menemukan nyaris semua yang dibutuhkan untuk tinggal di kota ini.

Pusat perbelanjaan yang ada juga cukup bervariasi. Mulai dari yang menggarap pasar menengah ke bawah, hingga menengah ke atas. Beberapa lokasi hiburan berbau alam juga masih tersedia di sini. Sebut saja Studio Alam TVRI dan danau buatan Cilodong.

Kondisi Jalan Raya Margonda yang sudah ramai dengan beragam fasilitas umum. Rumah123/Jhony Hutapea Kondisi Jalan Raya Margonda yang sudah ramai dengan beragam fasilitas umum. Rumah123/Jhony Hutapea

Dita, perempuan berstatus belum menikah ini memang sudah merasa nyaman tinggal di Depok, namun bagaimana dengan mereka yang sudah berkeluarga? Ternyata hal serupa dirasakan beberapa orang lainnya yang sempat diwawancarai Rumah123.

Adalah Alamsyah (36 tahun), yang merupakan perantau asal Nusa Tenggara Timur. Lama memilih ngekost di Jakarta, Alam memilih tinggal di Depok sejak memutuskan akan menikah.

"Enam bulan sebelum menikah, saya sudah cari kontrakan di Depok," kata Alam bercerita. "Pernah nginap di rumah teman di Depok, suasananya lebih kekeluargaan."

Hingga kini sang putri sudah berusia tiga tahun, Alam bahkan sudah memiliki rumah sendiri di Depok. "Dua tahun ngontrak, saya akhirnya bisa beli rumah sendiri di Depok."

Meski huniannya bukan berada di perumahan besar di pusat Kota Depok, menurut Alam, masih cukup strategis untuk bisa menikmati fasilitas hiburan yang ada. "Nuansanya lebih segar ketimbang Jakarta, karena di sini masih banyak pepohonan."

Tak hanya masyarakat yang melirik Depok, developer pun banyak yang "jatuh cinta" pada kota ini. Sebut saja Pesona Square besutan PT Menara Depok Asri. Sukses dengan perumahan Pesona Khayangan, developer satu ini tengah membangun superblok premium.

Apartemen yang kerap diidentikan dengan penghuni single, Pesona Square juga berusahan menggarap pasar keluarga. "Kami ingin proyek high rise ini juga family friendly," kata Direktur Marketing Pesona Square, Muchsin Alatas kepada Rumah123.

Belum lagi Grand Depok City, perumahan dengan lahan mencapai sekitar 300 hektare. Perumahan ini bahkan membangun wahana water park di lingkungannya.

Pembangunan Tol Cojago Seksi II Terus dilakukan agar bisa beroperasi akhir 2016. Rumah123/Jhony Hutapea Pembangunan Tol Cojago Seksi II Terus dilakukan agar bisa beroperasi akhir 2016. Rumah123/Jhony Hutapea

Mendukung maraknya pertumbuhan pasar hunian di Depok, infrastruktur pun terus digenjot. Selain sudah memiliki jalur kereta yang cukup ramai pengguna, akses jalan bebas hambatan (tol) juga sedang dibangun.

Perkembangan inilah yang kian mengukuhkan Depok sebagai kota layak huni, terlebih untuk keluarga. Masih ragu tinggal di Depok?

Bagikan: 1919 kali