Mentingin gaya hidup yang tak penting bisa bikin kamu tak punya hunian seumur hidup, mau? Foto: Rumah123/iStock
 

Masih juga belum punya rumah? Lantas, kapan kamu bisa punya rumah? Mau solusi? Nah, jadikan aja punya rumah itu sebagai bagian dari gaya hidupmu, maka bisa deh kamu punya rumah! Tapi, kalau kamu masih mentingin gaya hidup yang lain sebut saja beli gadget terbaru, nongkrong di kafe-kafe, traveling, beli baju dan sepatu branded, yaaa... ga janji deh!

Mentingin gaya hidup yang mainstream ga jarang bisa menjerat kamu dalam belitan masalah berat, bahkan bisa sampai masuk bui lho! Sebab, semakin ngejar gaya hidup yang ga berujung, semakin kantongmu terperas dan terkuras! Alhasil, bukan saja bikin kamu ga bisa punya hunian, juga akhir ceritamu bisa dramatis dan nelangsa. Contohnya satu cerita dari australiaplus.com, Kamis (15/03/2018).

Baca juga: Kenapa Gaya Hidup Berlebihan Bisa Gagalkan KPR?

Diceritakan dalam artikel tersebut seorang mantan agen properti LJ Hooker di Melbourne baru aja divonis 5 tahun penjara karena mencuri lebih dari $6 juta (atau sekitar Rp60 miliar) dari dana kliennya. Uang sejumlah itu ludes untuk beli baju, perhiasan, narkoba, dan gaya hidup ‘sesat’ lainnya.

Maling itu bernama Joseph Tri Ngo (37) dan istrinya, Judy Nguyen. Mereka mengelola 6 cabang LJ Hooker di Melbourne, termasuk sejumlah kantor di wilayah Box Hill dan Doncaster, hingga April 2016. Pada November, Ngo mengaku bersalah atas 48 tuduhan mengalihkan penjualan dan uang sewa ke rekening pribadinya antara Januari 2015 dan Maret 2016. Dia alihkan uang itu untuk membeli sabu lebih dari $300.000 (atau sekitar Rp3 miliar), sebanyak $100.000 (sekitar Rp1 miliar) untuk perhiasan dari toko kelas atas, Tiffany & Co.

Baca juga: Hati-Hati Godaan Gaya Hidup Bikin Generasi Milenial Ga Bisa Punya Rumah

Dalam vonisnya, Hakim Pengadilan Negeri, Michael Bourke, mengatakan kepada Ngo bahwa tindakannya "serius" dan "berbahaya" dan bahwa ia telah "melanggar kepercayaan" banyak klien.

"Uang Anda gunakan untuk mendapatkan keuntungan gaya hidup secara umum," kata Hakim Bourke kepada Ngo. "Itu sepertinya termasuk pakaian, perhiasan dan kebiasaan mengonsumsi narkoba," kata Hakim lagi.

Dalam pengadilan terungkap bahwa Ngo telah menjual sejumlah properti untuk membayar kembali uangnya, namun dia masih berutang $2,1 juta (sekira Rp21 miliar) kepada kliennya.

Baca juga: Gaji Berapa pun Cukup Kok untuk Mencicil KPR, Asal Kamu Ga Banyak Gaya!

Selain menghancurkan profesinya sebagai agen properti, kasus pasutri yang mementingkan gaya hidup ini berakhir di hotel prodeo. Jadi, kalau kamu masih mentingin gaya hidup, yaaa... tunggu aja tanggal maennya, yakni saat kamu terlunta-lunta karena bukan aja ga punya rumah di hari tua, juga karena ketiban utang yang bikin kamu masuk bui! Ihh..., ngeriii!!!

Bagikan: 822 kali