Salah satu rumah contoh di Permata Mutiara Maja, Lebak Banten. Foto: Rumah123/Jhony Hutapea. Salah satu rumah contoh di Permata Mutiara Maja, Lebak Banten. Foto: Rumah123/Jhony Hutapea.

Para pengembang properti yang akan berinvestasi di Kota Maja, Lebak, Banten, diminta untuk membangun pola hunian berimbang. Hal tersebut akan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk tinggal di sana.

Demikian disampaikan Direktur Rumah Umum dan Komersial Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Irma Yanti, saat membuka Rapat Koordinasi Penerapan Keserasian di Lingkungan Perumahan Dalam Pelaksanaan Hunian Berimbang di Hotel Santika, Bintaro, Tangerang, beberapa waktu lalu.

Menurut Irma Yanti, potensi kawasan Kota Baru Maja memang diperuntukkan bagi perumahan dan permukiman masyarakat. Sebab, tanah di daerah tersebut memang tidak terlalu produktif sehingga cocok untuk perumahan.

Baca juga: Sambut Maja Baru, Masyarakat Harus Siap Mental

Pengembangan Kota Baru Maja tersebut, imbuh Irma Yanti, memang telah direncanakan oleh pemerintah sejak 2005 lalu. Pemerintah pun juga pernah akan membangun jalur kereta api double track serta pembangunan jalan penghubung antara daerah tersebut dengan kota lain di sekitarnya.

Meski demikian, hingga kini pelaksanaan di lapangan tidak berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Padahal BUMN seperti Perumnas serta pengembang besar seperti Ciputra Group dan PT. Agung Podomoro telah siap untuk membangun rumah untuk masyarakat.

’’Jika pemerintah bersama pengembang bisa bekerja sama dan berhasil mengembangkan Kota Baru Maja dengan hunian berimbang, setidaknya daerah tersebut bisa menjadi pilihan tempat tinggal masyarakat dan menerima limpahan kebutuhan rumah masyarakat yang bekerja di Ibu Kota Jakarta," ujarnya.

Baca juga: Dampak Pengembangan Maja, Harga Tanah di Kopo Naik Ribuan Persen

Lebih lanjut, Irma Yanti menambahkan, hunian berimbang pada dasarnya merupakan upaya pemerintah untuk memberikan kesetaraan masyarakat dalam bertempat tinggal. Jadi pengembang tidak hanya fokus membangun rumah mewah saja, tapi juga wajib membangun rumah menengah dan rumah sederhana.

’’Selama ini pengembang beralasan hunian berimbang sulit karena harga lahan yang tinggi, dan saat ini tanah yang ada di Kota Baru Maja tidak terlalu tinggi tentu bisa dilaksanakan. Ini tantangan yang harus diselesaikan bersama-sama," ucapnya.

Bagikan: 1551 kali