Apartemen

Berdasarkan hasil survei pasar yang dilakukan PT Mutiara Mitra Sejahtera (MMS), daya beli masyarakat di Cikarang, Bekasi cukup tinggi. Hal ini ikut mendorong penjualan properti di daerah tersebut selain faktor jumlah ekspatriat yang besar. Survei tersebut meliputi pemetaan daya beli, segmen market, dan captive market.

Menurut Direktur Pengembangan Bisnis PT Mutiara Mitra Sejahtera (MMS), Robert Yapari, dari survei tersebut terlihat bahwa Cikarang sudah berubah dari dulunya kawasan industri padat karya seperti garmen dan sepatu, kini menjadi pusat industri padat modal terutama elektronik dan otomotif yang didominasi perusahaan asing.

Baca juga: Proyek Apartemen di Cikarang Tumbuh Pesat

Kondisi itu menjadikan Cikarang dan Kabupaten Bekasi sebagai salah satu daerah dengan Upah Minimum Regional (UMR) tertinggi di Indonesia, bahkan mengalahkan DKI Jakarta. ’’Ini bukti kalau take home pay pekerja di Cikarang tinggi, sehingga menarik banyak migrasi pekerja kemari. Akibatnya kebutuhan hunian juga meningkat," ujar Robert dalam siaran pers yang diterima Rumah123, Senin (16/5).

Saking tingginya kebutuhan hunian di daerah tersebut, lanjut Robert, pada 2014 keluar kebijakan Pemkab Bekasi untuk melindungi lahan-lahan pertanian, sehingga ada moratorium untuk real estat. Itu sebabnya, pembangunan hunian untuk pekerja di kawasan industri diarahkan high rise (vertikal).

Baca juga: Metamorfosis Wajah Cikarang

General Marketing MMS, Erick Putra, mengatakan, pihaknya saat ini tengah mengembangkan Domilico Cikarang. Yakni, sebuah apartemen berkonsep resort style living yang akan menjadi satu-satunya apartemen di Cikarang dengan 70 persennya merupakan green area. ’’Ini akan menjadi selling point dari Domicilio,’’ ujarnya.

Ia menerangkan, kebutuhan investasi untuk pembangunan tiga tower apartemen Domicilio dengan 1.840 unit, diperkirakan hampir mencapai Rp650 miliar.

Bagikan: 1169 kali