karhuta ispa- rumah123.com Jarak Pandang di Pekanbaru, Riau Akibat Kebakaran Hutan dan dan Lahan. Kebakaran Hutan dan Lahan Melanda Enam Provinsi di Sumatera dan Kalimantan. Asapnya Sampai ke Malaysia dan Singapura. Kabut Asap Ini Menyebabkan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas) (Foto: Rumah123/Getty Images)

Kebakaran hutan dan lahan kembali melanda sejumlah provinsi di Indonesia. Masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi pun menderita ISPA.

Situs berita online CNNIndonesia.com melansir bahwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla melanda sejumlah provinsi di Sumatera dan Kalimantan. Ada enam provinsi yang mengalami kebakaran hutan dan lahan.

Tiga provinsi berada di Sumatera yaitu Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan. Tiga provinsi di Kalimantan yaitu Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

Baca juga: Jakarta Punya Kualitas Udara Paling Tidak Sehat di Indonesia

Laman berita online Tirto.id melansir bahwa sebenarnya kebakaran hutan dan lahan ini terjadi sejak Mei 2019. Belakangan, karhutla ini memang makin panas. Asapnya sudah sampai ke negara tetangga Malaysia dan Singapura.

Pada pekan lalu tepatnya pada Kamis (12/9/2019), kualitas udara di Riau sempat masuk kategori “berbahaya”. Ini berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tercatat rata-rata di atas angka 300.

ISPU dihitung setiap 24 jam oleh P3E atau Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion. Badan ini berada di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutalan (KLHK).

Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat, Jarak Pandang Terbatas

P3E memasang sejumlah alat untuk menghitung ISPU di sejumlah tempat di Riau. Sejumlah tempat menunjukkan kalau kualitas udara memang “tidak sehat”.

Bahkan, ada daerah yang termasuk “berbahaya”. Salah satunya adalah Rumbai, Pekanbaru. Angkanya sudah mencapai 300.

Daerah lainnya yang termasuk “berbahaya” adalah Minas di Kabupaten Siak, Petapahan di Kabupaten Kampar, Kota Dumai, Bangko dan Libo di Kabupaten Rokan Hilir, dan Duri di Kabupaten Bengkalis.

Baca juga: 10 Kota di Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk

Sebenarnya, kategori “tidak sehat” artinya udara sudah tidak sehat bagi manusia. Jadi bayangkan kalau memang masuk kategori berbahaya.

Asap dari kebakaran hutan dan lahan ini tidak hanya membuat sesak nafas, namun juga membuat jarak pandang pun terbatas. Sejumlah tempat di Riau, jarak pandang hanya 200 hingga 400 meter. Bahkan, di Kabupaten Pelalawan, jarak pandang hanya 200 meter.

Karhutla Menyebabkan ISPA

Kebakaran hutan dan lahan ini pun menyebabkan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas). Ribuan orang yang tinggal dekat karhutla terkena ISPA.

ISPA memiliki gejala seperti sakit kepala, demam, hidung berair atau tersumbat, batuk, sakit pada tenggorokan, badan terasa pegal atau nyeri sendiri, serta sesak nafas.

Sebenarnya, ISPA disebabkan oleh virus. Namun, pada kasus karhutla ini ISPA dipicu oleh kabut asap parah yang kemudian mengendap di saluran napas. Hal ini juga diperparah dengan melemahnya sistem kekebalan tubuh.

Baca juga: Waduh, Jakarta Jadi Kota dengan Polusi Udara Paling Buruk di Asia Tenggara

Ada sejumlah cara yang bisa dilakukan kalau kamu tinggal atau harus berada di kawasan yang terkena kabut asap karhutla yaitu rajin mencuci tangan, menggunakan masker jika harus ke luar ruangan, membatasi kegiatan di luar ruangan, beristirahat dengan cukup, minum vitamin, minum obat, mengunjungi dokter jika gejala ISPA semakin parah.

Jika memungkinkan, sebaiknya kamu mengungsi ke tempat lain. ISPA bisa mengganggu pernapasan, apalagi untuk ibu hamil dan balita.

Bagikan: 433 kali