lrt jabodebek cibubur-cawang- rumah123.com LRT Jabodebek Akan Diuji Coba Pada Lintas Cibubur-Cawang Pada Oktober-November 2019. Kementerian Perhubungan Memperkirakan Harga Tiket Penumpang Hanya Rp12.000 Lantaran Mendapatkan Subsidi Pemerintah Sebesar 50 Persen (Foto: Rumah123/Getty Images)

Pemerintah akan memberikan subsidi tarif hingga 50 persen untuk LRT Jabodebek Lintas Cibubur-Dukuh Atas. Penumpang hanya membayar Rp12.000.

LRT (Light Rail Transit/Lintas Rel Terpadu) Jabodebek (Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi) akan memulai uji coba pada 18 Oktober mendatang. Uji coba akan berlangsung hingga 18 November 2019.

Situs berita online CNBC Indonesia.com melansir bahwa uji coba meliputi Traction System Test, Low Speed Test, High Speed Test, Traction Performance Test, dan PID (Passenger Information Display) System Test.

Baca juga: LRT Jabodebek Rute Cibubur-Cawang Diuji Coba Pada Oktober-November 2019

PT INKA (Persero) atau PT Industri Kereta Api telah mengirimkan satu rangkaian LRT pada 8 Oktober 2019. Kereta dikirimkan melalui jalan darat, lewat Tol Trans Jawa.

INKA yang memproduksi kereta layang untuk LRT Jabodebek. BUMN (Badan Usaha Milik Negara) tersebut membuatnya di Madiun, Jawa Timur.

Rangkaian kereta layang ini telah dipasang pada Lintas Cawang-Cibubur pada Ahad (13/10/2019). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyaksikan pengangkatan LRT ini di Stasiun Harjamukti, Cibubur.

Pemerintah Akan Berikan Subsidi 50 Persen untuk Tarif LRT Jabodebek

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan lagi kalau LRT Jabodebek baru bisa beroperasi secara komersial pada 2021 mendatang. Namun demikian, Budi telah dapat memperkirakan besar tarif.

Pemerintah akan memberikan subsidi sebesar 50 persen. Tarif yang ditetapkan nantinya telah memperoleh subsidi. Pemerintah juga memberikan subsidi kepada sejumlah transportasi massal.

“Tarifnya nanti Rp 12.000 itu sudah disubsidi karena harga komersialnya Rp 25.000 dari Cibubur-Dukuh Atas,” kata Menteri Perhubungan.

Baca juga: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Terkoneksi dengan LRT Jabodebek, Transjakarta, dan LRT Bandung

Budi menyatakan tarif akan diberlakukan sama untuk semua jurusan. Situs berita online Kompas.com melansir tarif bisa berubah sewaktu-waktu seiring dengan perluasan LRT hingga Bogor.

Bahkan, ada rencana untuk menjadikan Terminal Baranangsiang di Bogor menjadi stasiun terakhir LRT Jabodebek. Saat ini, LRT baru mencapai Cibubur.

Perkembangan Pembangunan LRT Jabodebek

Saat ini, perkembangan atau progress pembangunan LRT Jabodebek telah mencapai 66,13 persen pada awal Oktober 2019. Perkembangan ini mencakup tiga rute atau lintas.

Perinciannya adalah Lintas Cawang-Cibubur telah mencapai 85,73 persen, Lintas Cawang-Kuningan-Dukuh Atas mencapai 56,10 persen, dan Lintas Cawang-Bekasi Timur mencapai 59,52 persen. Lintas Cawang-Bekasi Timur sempat menemui kendala pembebasan lahan untuk depo.

Perkembangan pembangunan Lintas Cawang-Cibubur memang paling cepat. Uji coba LRT Jabodebek akan dilakukan pada lintas atau rute ini.

Baca juga: Penumpang LRT Jakarta Sudah Bisa Naik dan Turun di Stasiun Pegangsaan Dua

Tiga lintas LRT Jabodebek ini diperkirakan selesai pada 2020. Lantas kereta layang ini akan beroperasi secara komersial pada 2021. Saat ini, LRT yang telah beroperasi adalah LRT Palembang di Sumatera Selatan sejak 2018, sedangkan LRT Jakarta masih beroperasi meski depo dan Stasiun Pegangsaan Dua di Kelapa Gading, Jakarta Utara telah selesai dibangun.

LRT dapat menampung 1308 penumpang dalam kondisi padat. Saat kondisi normal, jumlah penumpang hanya 704 orang. Operator memperkirakan headway atau waktu tunggu penumpang hanya berkisar 2-3 menit di setiap stasiun.

Bagikan: 1804 kali