bsps

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Ditjen Perumahan menghadirkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). 

Program yang dikenal dengan Bedah Rumah itu diketahui memiliki alokasi anggaran Rp4,78 triliun pada tahun 2020.

Program BSPS dengan skema Padat Karya bertujuan untuk memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang terdampak pandemi Covid-19

Hal itu juga dilakukan untuk meningkatkan kualitas rumah layak huni.

Gunakan Metode Padat Karya Tunai

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa program BSPS ini dilakukan dengan metode Padat Karya Tunai (PKT). 

Tujuannya untuk mempertahankan daya beli masyarakat dan mengurangi angka pengangguran. 

Salah satunya dengan membuka lapangan pekerjaan sebagai tukang untuk rehabilitasi rumah.

“Saya harap program ini dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima bantuan dengan memiliki rumah yang lebih layak, sehat dan nyaman,” kata Menteri Basuki.

Tersebar di Enam kota di Gorontalo

Salah satu provinsi yang mendapat program BSPS adalah Provinsi Gorontalo pada tahun 2020. 

Kementerian PUPR diketahui menyalurkan program BSPS sebanyak 5.000 unit dengan total anggaran Rp87,5 miliar.

Bantuan program ini tersebar di enam kabupaten atau kota di Provinsi Gorontalo, yakni Kabupaten Gorontalo (1.550 unit), Kabupaten Bone Bolango (879 unit), Kabupaten Pohuwato (520 unit), Kabupaten Gorontalo Utara (717 unit) , Kota Gorontalo (553 unit), dan Kabupaten Bolaemo (781 unit).

Pelaksanaan Program BSPS di Provinsi Gorontalo secara umum dilaksanakan dengan skema padat karya. 

Program ini juga berkolaborasi dengan program pemberdayaan lainnya untuk kebutuhan sanitasi seperti MCK dan air bersih guna memenuhi kriteria rumah layak huni.

Jadi Tempat Wisata Baru

Salah satu warga Gorontalo yang sudah merasakan manfaat program BSPS adalah Suwarni Pakili yang tinggal di Kelurahan Dembe 1 Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo.

Ia mengaku sangat senang bisa mendapatkan bantuan bedah rumah meskipun jumlah bantuan yang diterimanya tidak terlalu besar. 

Meski begitu, hal tersebut cukup memacu semangat dirinya dan masyarakat sekitar untuk mengubah rumahnya menjadi lebih layak huni.

Tampak huniannya yang unik dengan berbagai cat warna-warni dan bergambar kapal berukuran besar di bagian dinding luarnya.

Rumah Suwarni yang sebelumnya rusak dan tidak layak huni kini sudah dilengkapi dengan akses sanitasi yang baik dan fasilitas air bersih yang memadai. 

Bahkan, rumahnya kini banyak dikunjungi orang untuk mengambil dokumentasi baik foto maupun video dengan latar rumah yang dihiasi berbagai lukisan. 

Salah satunya menggambarkan tenggelamnya Kapal Titanic pada dinding rumah.

Tak hanya rumah milik Suwarni, kini di daerah tersebut juga banyak rumah-rumah BSPS yang telah rampung 100 persen. 

Kini, ada sekitar 20 rumah menjadi tempat wisata karena konsep muralnya dengan dicat warna–warni tiga dimensi.

Jangan lupa kunjungi artikel.rumah123.com untuk dapatkan artikel menarik lainnya seputar properti. 

Kamu juga bisa mencari properti yang sesuai kebutuhanmu seperti Edison Residence hanya di www.rumah123.com.

Bagikan:
745 kali