virus corona- rumah123.com Ilustrasi. Pemerintah China Menutup Kota Wuhan dan Beberapa Kota Lainnya di Provinsi Hubei Terkait Penyebaran Virus Corona Novel. Warga Kota Dilarang Meninggalkan Wuhan. Tidak Ada Aktivitas Sehingga Kota Ini Seperti Kota Hantu Atau Kota Mati (Foto: Rumah123/REA Adobe Experience Manager)

Pemerintah China memutuskan untuk menutup Wuhan dan sejumlah kota lainnya terkait wabah virus corona novel. Hal ini untuk mencegah penyebaran virus.

Virus corona novel atau 2019-nCov memang sedang membuat seluruh dunia heboh. Jumlah yang terinfeksi virus ini di China dan sejumlah negara lainnya sudah mencapai lebih dari 844 orang pada Sabtu (24/1/2020).  Jumlah yang meninggal pada hari yang sama tercatat 25 orang.

Penyebaran virus ini sudah mencapai beberapa negara seperti Korea Selatan, Thailand, Vietnam, Filipina, Singapura, Jepang, hingga Australia.

Baca juga: Tips Sehat: Mengenal Virus Corona yang Sedang Mewabah Saat Ini

Untuk mencegah penyebaran, Pemerintah China menutup Wuhan dan tujuh kota lainnya. Kota lainnya seperti Huanggang, Ezhou, Chibi, Xiantao, Qianjiang, Zhijiang, dan Lichuan.

Seluruh kota berada di provinsi Hubei. Provinsi ini berada di China bagian tengah. Wuhan menjadi kota pertama merebaknya wabah pneumonia misterius ini pada awal Januari 2020.

Media China South China Morning Post scmp.com melansir bahwa wabah ini sudah menyebar ke 23 provinsi, empat kawasan, dua wilayah khusus Hong Kong dan Makau, serta enam negara lainnya.

Baca juga: Tips Sehat: Sejumlah Fakta Terkait Virus Corona

Sejumlah media China, salah satunya People’s Daily menyatakan bahwa seluruh korban ini berasal dari provinsi Hubei. Sementara mereka yang terinfeksi pertama kali pernah mengunjungi Pasar Boga Bahari (Seafood) Wuhan.

Pasar ini menjual sejumlah kuliner ekstrem seperti ular, kelelawar, landak, tikus, dan lainnya. Warga China memang suka menyantap makanan tidak biasa ini.

Sejumlah pakar menengarai bahwa ular dan kelelawar menjadi pembawa virus corona novel ini ke manusia. Selanjutnya, virus ini menular dari manusia ke manusia.

Transportasi Dari dan Ke Kota Wuhan Dihentikan

Pemerintah China mengisolasi kota Wuhan. Seluruh perjalanan menuju atau dari Wuhan dihentikan. Bus, kereta, hingga pesawat tidak beroperasi lagi.

Orang dilarang untuk ke luar Wuhan. Begitu juga sebaliknya, orang dilarang masuk ke Wuhan. Pengecualian hanya untuk tim medis.

Maskapai penerbangan mengganti uang tiket bagi para penumpang. Pusat kegiatan seperti pasar, pusat perbelanjaan, dan lainnya ditutup.

Baca juga: Atasi Wabah Virus Corona Novel, China Bangun Rumah Sakit dalam 6 Hari

Wuhan seperti kota mati, kota hantu, atau kota yang terisolasi. By the way, ada sekitar 93 mahasiwa dan mahasiswi Indonesia yang menempuh studi di sejumlah universitas di Wuhan.

Seolah tidak ada aktivitas di kota ini, padahal masyarakat China merayakan Tahun Baru China atau Imlek pada Sabtu (25/1/2020). Apalagi perayaan ini biasanya identik dengan acara keluarga, makan, pesta kembang api, dan lainnya.

Wuhan Kekurangan Masker, Penutup Kepala, Hingga Sarung Tangan

Wabah pneumonia yang disebabkan oleh virus corona novel ini membuat jumlah peralatan kesehatan yang semakin menipis. Kota ini membutuhkan masker, penutup kepala, dan juga sarung tangan.

Seorang dokter yang tidak mau disebutkan namanya berujar kepada South China Morning Post bahwa mereka kekurangan segalanya. Bahkan, pasokan obat-obatan juga berkurang.

Pemerintah Kota Wuhan sempat meminta para sukarelawan untuk membantu mengirimkan pasokan peralatan kesehatan dan obat-obatan ke rumah sakit terdekat.

Baca juga: Tips Sehat: Hadapi Suhu Panas, Ini Dia 6 Cara Menjaga Kondisi Tubuh

Bagikan:
11303 kali