antisipasi virus corona - Rumah123.com Daftar barang yang harus dibeli untuk antisipasi virus corona - Rumah123.com

Pada 15 Maret 2020 lalu, juru bicara penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, menyatakan saat ini Indonesia memasuki status tanggap darurat COVID-19. 

Artinya Indonesia berada di posisi tanggap darurat bencana non-alam pandemi COVID-19. 

Bahkan Presiden Joko Widodo sudah mengimbau masyarakat untuk melakukan social distance untuk mencegah penularan virus corona atau COVID-19.

Kegiatan yang biasa dilakukan di luar, seperti bekerja, belajar dan beribadah bisa dilaksanakan di dalam rumah.

Panic buying masyarakat pasca virus corona merebak di Indonesia

Di tengah merebaknya wabah virus corona di Indonesia, ditambah dengan imbauan Presiden Joko Widodo untuk menetap di rumah, masyarakat pun kembali melakukan pembelian barang kesehatan dan sembako secara berlebihan (panic buying). 

Di apotek, orang-orang panik dan membeli barang-barang kebutuhan kesehatan khususnya obat-obatan, multivitamin, hand sanitizer, dan masker dalam jumlah banyak. 

Di toko ritel, orang-orang memborong barang kebutuhan pokok atau sembako, seperti bahan pangan secara berlebihan dalam sehari.

Tak perlu belanja berlebihan, stok bahan pangan masih banyak

Menanggapi hal ini, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto meminta masyarakat untuk tenang dan tidak panik.

“Stok bahan pokok pangan sampai nanti Agustus ini akan cukup,” kata Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat, 13 Maret 2020, dilansir oleh Kumparan.com

Ia kemudian menjelaskan, pasokan beras saat ini masih ada 3,5 juta ton dan akan diperkirakan ada tambahan produksi sampai 22 juta ton. 

Sementara untuk jagung stoknya masih ada 580 ribu ton dan akan ada tambahan produksi sampai 13 juta ton.

Begitu juga dengan stok bawang putih yang telah dikeluarkan 34 ribu ton yang akan masuk 4 hari ke depan, cabai merah yang panen di Maret dan April, stok gula yang diperkirakan sekitar 159 ribu ton, daging 14 ribu ton, dan sudah ada kebijakan ditambah daging kerbau 170 ton, minyak goreng 8,2 juta ton.

Ia tak hanya fokus menjaga pasokan, namun juga memeriksa dan menindak oknum-oknum nakal yang yang menimbun pasokan makanan. 

Sebab, hal itu akan membuat harga barang naik.

Dampak buruk yang akan terjadi ketika belanja berlebihan

Panic buying hanya akan berdampak buruk pada lingkungan sekitar. 

Orang-orang yang tidak bisa menyetok bahan pangan maupun barang kesehatan akan kehabisan stok.

Padahal, mereka juga membutuhkannya.

Tingginya permintaan juga bisa menimbulkan kenaikan harga, padahal masih banyak orang di luar sana yang butuh untuk membelinya dengan harga wajar.

Bukan hanya kepada lingkungan, kamu pun bisa merugi ketika melakukan panic buying

Bahan baku yang tidak tahan lama bisa keburu kadaluarsa hingga mubazir karena hanya berujung ke tempat sampah.

Bijaklah dalam membeli barang kebutuhan untuk antisipasi virus corona

Di tengah wabah seperti ini, sudah sepatutnya kita tak egois dan memikirkan kelangsungan hidup orang lain.

Tak perlu dengan cara yang sulit, cukup dengan bijaksana ketika berbelanja barang kebutuhan pun bisa meringankan mereka yang sama-sama membutuhkan.

Tenangkan diri sebelum pergi berbelanja, dan beli barang secukupnya sesuai kebutuhan.

Daftar barang yang perlu dan tidak perlu dibeli untuk mengantisipasi corona

Daftar barang yang sebaiknya kamu beli untuk mengantisipasi virus corona:

1. Bahan pangan kering seperti beras, mie, pasta, oatmeal sebagai karbohidrat utama di rumah

2. Bahan bumbu dasar untuk memasak, seperti bawang merah, bawang putih, ketumbar, merica, jahe

3. Sayur dan buah yang tahan lama seperti wortel, lobak, selada, apel, jeruk, lemon 

4. Makanan kaleng dan makanan kemasan seperti sarden, kornet, abon, untuk menjadi lauk makanan utama

5. Sumber protein yang bisa disimpan lama seperti telur, udang dan sosis

6. Camilan yang sehat seperti yoghurt, kacang-kacangan, dan coklat. Walaupun tak begitu perlu, ketika bosan di rumah kamu bisa mengonsumsi camilan ini

7. Perlengkapan mandi dan kebutuhan rumah tangga seperti sabun, shampo, pasta gigi, deterjen, pembersih lantai, tisu toilet, tisu wajah, pembalut, popok, makanan hewan  

8. P3K, seperti obat generik untuk gejala flu dan batuk, ibuprofen untuk meredakan nyeri dan demam, krim nyeri otot, perban steril dan plester untuk luka, alkohol 70%

9. Buku bacaan, kerajinan tangan, mainan untuk hiburan anak-anak

Daftar barang yang tak perlu dibeli:

1. Air kemasan, kecuali air keran di rumah tak aman untuk dikonsumsi

2. Hand sanitizer, karena kamu bisa mencuci tangan dengan sabun di rumah

3. Masker, kecuali dokter menyarankanmu untuk memakainya.

Bagikan:
5529 kali