Pulau Sentinel Utara Menjadi Area Terlarang Bagi Siapa Saja di India, Kamu Berani Traveling ke Sini? (Foto: Rumah123/South China Morning Post)

Kamu udah traveling ke mana? Biasanya kaum milenial doyan traveling yang nggak biasa, pergi ke tempat yang bukan destinasi wisata kebanyakan. Tapi pernah nggak kamu terpikir untuk traveling ke Pulau Sentinel Utara? Butuh nyali super gede

Generasi milenial memang suka traveling unik. Mereka suka menginap di hotel biasa, ngobrol dengan penduduk setempat, wisata kuliner, dan lainnya.

Tapi bagaimana rasanya ya kalau bertemu suku benar-benar terasing seperti Suku Sentinel. Kayaknya menarik, tapi risikonya nyawa melayang, Ngeri bener ya.

Baca juga: Yuk, Intip Gaya Traveling Crazy Rich Asians

Warga negara Amerika Serikat, John Allen Chau meregang nyawa usai dipanah oleh anggota suku pada November 2018. Dia seorang misionaris yang kedatangannya bikin suku ini senewen.

Suku Sentinel memang unik. Mereka nggak pernah gaul sama suku lain, bahkan sama tetangga yang beda pulau. Kabarnya, mereka sudah menyendiri sejak 55.000 tahun lalu. Alamak, ga gaul banget ya.

Sejumlah pakar menyatakan suku ini berasal dari Afrika. Mereka merupakan gelombang awal perpindahan manusia dari Afrika ke Asia pada 60.000 tahun lalu. Bayangkan kalau tahun Masehi baru dimulai 2000 tahun lalu.

Baca juga: Seluruh Penduduk Kota Ini Tinggal di Gedung yang Sama Lho

Suku Sentinel masih melakukan food gathering. Mereka masih berburu makanan seperti halnya manusia di Zaman Batu. Gokil banget kan?

Mereka tinggal di Pulau Sentinel Utara, salah satu pulau dalam gugusan Kepulauan Andaman dan Nikobar, India. Ada sekitar 572 pulau di kawasan ini. Sebenarnya, Sentinel Utara dekat dengan pulau lainnya, namun Sentinel memilih tidak berhubungan dengan suku lain.

Suku ini menutup diri dari dunia luar gara-gara pengalaman buruk. Tidak banyak kontak terjadi antara suku ini. Antropolog India, tim dari National Geographic, Angkatan Laut Inggris, menjadi segelintir pihak yang menjalin kontak.

Baca juga: Siapa Mau Liburan Gratis di Greenland

Namun, kontak hanya sebatas memberikan makanan seperti kelapa. Selebihnya, kontak berupa hujan panah dari suku Sentinel. Sejumlah orang menjadi korban panah.

Pemerintah India sudah sejak lama melindungi suku ini. Jangankan mendarat, mendekati pulau dari jarak beberapa kilometer bakal ditangkap. Mereka dilindungi karena banyak hal. Kalau mereka kontak dengan orang luar, mereka akan terkena virus, bakteri, dan lainnya. Mereka belum memiliki kekebalan.

Hmm, kalau boleh masuk, kamu yakin punya nyali traveling ke sana? Hati-hati kena panah bro and sis. Kalau panah asmara nggak masalah, ini panah beneran.

Baca juga: Liburan yang Cocok untuk Generasi Milenial: Menginap Gratis di Sebuah Kabin di Alaska!

Bagikan: 390 kali